SATUMEDIA.ID – Suasana duka menyelimuti kediaman Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat. Hingga Rabu (1/4/2026) siang, pihak keluarga masih menanti kepastian pemulangan jenazah perwira TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Perwakilan keluarga, Risman Efendi, mengungkapkan bahwa hingga kini keluarga belum memperoleh informasi detail terkait proses pemulangan jenazah. Mereka hanya mendapat kabar bahwa almarhum telah dievakuasi ke rumah sakit setempat setelah dinyatakan gugur pada Senin (30/3/2026).
“Masih menunggu dari komandan. Informasinya masih sama seperti kemarin. Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini jenazah bisa tiba di tanah air,” ujar Risman saat ditemui di rumah duka.
Kapten Zulmi merupakan satu dari tiga prajurit TNI yang gugur dalam penugasan di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), misi perdamaian yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia meninggal dunia akibat ledakan proyektil di wilayah konflik antara Lebanon dan Israel, yang terjadi di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian.
Sementara itu, duka mendalam juga terlihat dari banyaknya karangan bunga yang terus berdatangan ke rumah duka di Jalan Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Karangan bunga dari berbagai pihak, mulai dari Gubernur Jawa Barat hingga satuan-satuan TNI, berjejer memenuhi halaman dan pinggir jalan di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan, karangan bunga terus berdatangan secara berkala, diantar oleh kurir menggunakan sepeda motor.
Risman menambahkan, rencana pemulangan jenazah diperkirakan akan melalui jalur udara dari Lebanon menuju Jakarta, sebelum kemudian dibawa ke rumah duka di Cimahi dan dimakamkan.
“Informasinya dari Lebanon ke Jakarta dulu, kemudian ke rumah di sini, baru ke pemakaman. Tapi detailnya kami masih menunggu kepastian,” kata dia.
Keluarga berharap proses pemulangan jenazah dapat berjalan lancar agar almarhum segera dimakamkan di tanah air.*


