SATUMEDIA.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memproyeksikan peningkatan signifikan jumlah penumpang kereta cepat Whoosh selama libur panjang Hari Raya Paskah pada 3–5 April 2026. Tingginya mobilitas masyarakat di momen tersebut mendorong KCIC mengimbau calon penumpang untuk melakukan pemesanan tiket lebih awal.
Rute Jakarta–Bandung diperkirakan menjadi jalur favorit selama periode libur, terutama pada jadwal keberangkatan pagi dan sore hari. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, KCIC mengoperasikan 62 perjalanan Whoosh per hari dengan interval keberangkatan setiap 30 menit.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan libur panjang keagamaan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian bersama keluarga, sehingga permintaan tiket biasanya meningkat tajam dalam waktu singkat.
“Kami melihat tren kenaikan penumpang pada periode libur panjang. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak menunda pembelian tiket, terutama untuk jadwal-jadwal favorit,” kata Eva, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, pemesanan tiket kini semakin mudah karena tersedia melalui berbagai kanal digital. Tiket Whoosh dapat dibeli melalui aplikasi resmi, situs ticket.kcic.co.id, serta sejumlah platform mitra seperti Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.
Penumpang juga diberikan fleksibilitas dalam bertransaksi, mulai dari pembayaran melalui transfer bank, QRIS, e-wallet hingga kartu kredit. Tiket dapat dipesan hingga 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.
Khusus pembelian melalui aplikasi Whoosh dan situs resmi, KCIC menyediakan fitur tambahan seperti reschedule online hingga 5 menit sebelum keberangkatan dan pembatalan tiket hingga 2 jam sebelumnya.
Berdasarkan catatan KCIC hingga Maret 2026, sebanyak 84 persen transaksi tiket dilakukan secara online. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan digital dalam merencanakan perjalanan.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman. Perencanaan sejak awal menjadi kunci agar perjalanan selama libur Paskah tetap lancar,” ujar Eva.*



