KCIC Perkuat Kemandirian SDM, 102 Peserta Ikuti Pelatihan Operasional dan Perawatan Whoosh

Pada Kamis (16/4/2026), KCIC resmi memulai program HSR Training Batch V Tahap 1 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan transfer pengetahuan teknologi kereta cepat.(Dok.KCIC).**

SATUMEDIA.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kembali memperkuat kemandirian sumber daya manusia (SDM) nasional dalam pengelolaan kereta cepat Whoosh.

Pada Kamis (16/4/2026), KCIC resmi memulai program HSR Training Batch V Tahap 1 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan transfer pengetahuan teknologi kereta cepat.

Program ini digelar di Politeknik Perkeretaapian Indonesia dan diikuti oleh 102 peserta yang akan menjalani pelatihan selama tiga hingga lima bulan. Materi pelatihan mencakup pendidikan dasar (diksarwira), pengenalan sistem kereta cepat, hingga pembelajaran teori dan praktik langsung di lapangan.

Para peserta dipersiapkan untuk mengisi peran strategis dalam perawatan sarana dan prasarana Whoosh, dengan fokus pada dua bidang utama, yakni tenaga pemeriksa sarana dan tenaga pemeriksa jalan rel.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti proses sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan sesuai standar yang berlaku. Seluruh proses pelatihan juga didampingi oleh tenaga profesional berpengalaman guna memastikan kualitas pembelajaran berstandar internasional.

KCIC mencatat, hingga saat ini sebanyak 652 SDM Indonesia telah menjalani proses alih pengetahuan (transfer knowledge) dari tenaga ahli Tiongkok. Rinciannya meliputi 350 orang pada bidang prasarana, 222 orang di bidang operasional, serta 80 orang di sektor perawatan sarana. Jumlah tersebut termasuk masinis dan mekanik yang kini telah sepenuhnya diisi oleh tenaga kerja Indonesia.

Proses alih pekerjaan yang telah mencapai 80 persen dinilai menjadi indikator keberhasilan transfer teknologi High Speed Railway (HSR) yang berjalan efektif dan terukur. Capaian ini sekaligus menandai semakin berkurangnya ketergantungan terhadap tenaga asing dalam operasional Whoosh.

Dalam operasionalnya, SDM Indonesia kini berperan sebagai masinis dan petugas pusat kendali operasi (OCC) yang mengatur perjalanan kereta secara real time. Sementara itu, pada sisi perawatan sarana, personel bertanggung jawab menjaga keandalan rangkaian kereta, dan pada prasarana memastikan kesiapan jalur, jembatan, terowongan, hingga sistem kelistrikan dan persinyalan agar perjalanan tetap aman dan tepat waktu.

Melalui pelatihan berkelanjutan ini, KCIC optimistis penguasaan teknologi kereta cepat oleh SDM nasional akan semakin kuat. Ke depan, operasional dan perawatan Whoosh ditargetkan dapat sepenuhnya dikelola secara mandiri oleh tenaga kerja Indonesia, sekaligus mendorong daya saing nasional di sektor transportasi modern.*

Pos terkait