Bey Akui Penanganan Sampah  Citarum Terkendala Anggaran

Perairan Sungai Citarum tertutup sampah tepat di bawah Jembatan BBS, Kecamatan Batujajar, KBB saat belum ditangani.(Dicky Mawardi/Satumedia)**

SATUMEDIA.ID – Penjabat (Pj) Jawa Barat Bey Machmudin mengakui penanganan  persoalan Sungai Citarum  berkaitan erat dengan anggaran. Untuk itu, pihaknya akan mengumpulkan para pengusaha agar mengucurkan dana Corporate Social Responsibillity (CSR).

“Masalah Citarum itu juga terkait pada  anggaran. Oleh karena itu, kami akan mengumpulkan semua industri dan pengusaha (di) Citarum untuk menggunakan CSR mereka,” kata Bey Machmudin di  Ngamprah, Senin (24/6/2024).

Tak hanya itu, Bey Machmudin juga mengintruksikan setiap daerah untuk melakukan penjaringan sejak dari anak Sungai Citarum. Sehingga sampah dapat langsung tertangani sebelum masuk ke Citarum.

“Jadi sampah-sampah sudah terjaring mulai dari anak sungai. Kemudian langsung diangkut. Jaring bisa dipasang per kecamatan atau desa,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Bey, bakal ketahuan mana yang sering buang sampah. Melalui pemasangan jaring di sejumlah titik diharapkan bisa meminimalisir sampah ke Sungai Citarum.

Dikatakannya, Pemprov Jabar menargetkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum bersih dari sampah dalam 1,5 bulan. Pembersihan sampah dimulai dari hulu hingga ke hilir. Sampai

Apalagi Pemprov Jabar menargetkan indeks kualitas air Sungai Citarum bisa mencapai 60 point tahun 2025.

Mengenai kondisi Sungai Citarum di bawah Jembatan BBS, Kecamatan Batujajar, KBB, Bey menyebut kondisinya sudah relatif lebih baik. Tiga alat berat dikerahkan untuk membersihkan sampah menutup perairan Sungai Citarum.

“Sekarang relatif lebih baik berkat kerja keras semua pihak,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya,Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman mengakui bahwa penanganan sampah di Sungai Citarum tidak cukup hanya bisa dibereskan dalam jangka waktu satu Minggu. Oleh karena itu, pihaknya akan menambah waktu penanganan menjadi 1,5 bulan.

“Memang betul pak Pj Gubernur meminta sampah yang berada di sekitar Jembatan BBS harus clear dalam satu minggu. Insya Allah kita ikhtiarkan. Tapi yang jelas kami butuh waktu tambahan 1,5 bulan agar penanganan sampahnya tuntas,” kata Herman Suryatman saat meninjau ke lokasi penanganan sampah, Selasa (18/6/2024).

Diakuinya, kendala yang dihadapi karena sampah di Sungai Citarum sekitaran Batujajar ternyata tidak hanya sampah baru yang mengambang di permukaan, tapi juga banyak yang tenggelam di dasar sungai.

“Karakteristik sampah yang ada di sini sebagian besar berdasarkan informasi bukan sampah baru saja, yang paling banyak itu sampah lama yang ada di dalam sehingga saat ada angin dan tentu proses kimiawi sampahnya naik ke atas,” tuturnya.*

Pos terkait