Jembatan Jembalas Batujajar Tinggal Sejarah,  Pengelola Terpaksa Membongkarnya

Jembatan Alfian atau Jembalas yang menghubungkan Kecamatan Cihampelas dengan Batujajar, KBB, kini tinggal kenangan.(Istimewa)**

SATUMEDIA.ID – Jembatan terapung Alfian atau Jembalas menghubungkan antara Kecamatan Batujajar dengan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya dibongkar.

Pembongkaran terpaksa dilakukan pihak pengelola karena keberadaan jembatan yang mengapung di Sungai Citarum tersebut  dituding menjadi penyumbat sampah.

“Jembatan sudah dibongkar beberapa hari lalu,” kata pengelola Jembatan Alfian, Gaston Barus,  Selasa (25/6/2024).

Ia menyebut, perintah pembongkaran jembatan langsung oleh Satgas Citarum Harum Sektor 9. Sebelumnya, pihak pengelola sudah memutus fleksibel jembatan selama beberapa hari supaya sampah bisa lewat.

“Selama ini memang sampah selalu tersangkut di konstruksi jembatan. Agar sampah bisa lewat, beberapa Minggu lalu satu solusinya yakni memutus fleksibel jembatan selama beberapa hari supaya sampah bisa lewat. Setelah kita buka fleksibel langsung terbawa hanyut. Tapi  sekarang instruksinya sekarang harus dibongkar,” tuturnya.

Pihak pengelola tidak bisa berbuat banyak ketika jembatan harus dibongkar. Meski keberadaan jembatan sangat dibutuhkan baik pemotor maupun pejalan kaki.

“Kalau harus menyusuri jalan raya lebih jauh dan bakal kecapekan kalau dari Cihampelas ke Batujajar harus berjalan kaki. Sekalipun kecewa, tapi kami tak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Jembatan Alfian memiliki panjang 516 meter dan lebar 2,5 meter. Dibangun oleh warga dan diresmikan 18 Desember 2021 lalu. Menghabiskan biaya sekitar Rp1 miliar.

Jembatan yang diklaim menjadi jembatan apung terpanjang di Indonesia ini menggunakan material kayu trembesi, papannya memakai kayu mahoni yang dilapisi ban. Bagian bawahnya dipasang sekitar 1.000 drum plastik sehingga ketika air naik, jembatan ini mengapung.*

Pos terkait