Komite SDN Baros Mandiri 7 Pertanyakan Kajian Dinas Pendidikan soal Dampak Ekonomi dan Psikologis

Gelombang penolakan terhadap rencana penutupan dan pemindahan SDN Baros Mandiri 7 (BM 7) Kota Cimahi terus menguat.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Gelombang penolakan terhadap rencana penutupan dan pemindahan SDN Baros Mandiri 7 (BM 7) Kota Cimahi terus menguat. Orang tua siswa dan pihak sekolah menilai kebijakan tersebut berisiko menimbulkan dampak serius, mulai dari terganggunya proses pendidikan hingga ancaman terhadap kondisi mental anak-anak.

Komite SDN Baros Mandiri 7, Wulan Widhatul Ummah, mengatakan perpindahan sekolah bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan menyangkut kenyamanan dan kestabilan psikologis siswa yang selama ini telah tumbuh di lingkungan belajar yang sama.

“Masalah ekonomi mungkin masih bisa dicari jalan keluarnya. Tapi kalau mental anak terganggu, pemulihannya tidak mudah dan dampaknya bisa berlangsung lama,” ujar Wulan, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, perubahan lingkungan sekolah secara mendadak berpotensi mengganggu pembentukan karakter siswa yang selama ini dibangun melalui hubungan emosional antara guru, murid, dan lingkungan sekolah.

Ia menilai nilai-nilai pendidikan seperti kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, hingga kecintaan terhadap bangsa tidak dapat dibentuk secara instan apabila anak dipaksa beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Pendidikan karakter itu dibangun lewat kedekatan dan rasa nyaman. Kalau anak dipindahkan begitu saja, kami khawatir proses itu terganggu,” katanya.

Tak hanya soal psikologis, komite sekolah juga menyoroti dampak ekonomi yang dinilai belum diperhitungkan secara matang oleh pemerintah daerah. Banyak keluarga siswa, kata dia, berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah sehingga tambahan biaya transportasi akan menjadi beban baru.

“Masih banyak warga sekitar BM 7 yang kehidupannya serba terbatas. Kalau sekolah dipindah, otomatis ada pengeluaran tambahan yang sebelumnya tidak ada,” ucapnya.

Wulan juga mempertanyakan minimnya kajian mendalam dari Dinas Pendidikan Kota Cimahi sebelum menggulirkan rencana tersebut. Menurut dia, kebijakan strategis yang menyangkut masa depan siswa semestinya disusun berdasarkan pertimbangan sosial, ekonomi, dan keamanan yang matang.

Komite sekolah turut menyoroti faktor akses dan keselamatan siswa menuju lokasi sekolah baru yang direncanakan berada di SDN Baros Mandiri 3. Meski terlihat dekat secara jarak, jalur yang harus dilalui dinilai cukup memutar dan rawan bagi anak-anak.

“Kalau hanya dilihat dari peta memang tampak dekat, tapi kenyataannya aksesnya tidak sesederhana itu. Keselamatan anak saat berangkat dan pulang sekolah juga harus dipikirkan,” tuturnya.

Dalam audiensi bersama Dinas Pendidikan, pihak komite mengaku belum mendapatkan kepastian maupun solusi konkret atas berbagai keberatan yang disampaikan. Sejumlah persoalan, mulai dari dampak ekonomi hingga keamanan siswa, disebut masih akan dibahas lebih lanjut di internal dinas.

“Kami merasa kebijakan ini seperti diputuskan terlebih dahulu, sementara kajian dampaknya baru dilakukan belakangan,” ungkap Wulan.

Sampai saat ini, warga dan pihak sekolah masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait nasib SDN Baros Mandiri 7. Namun, belum ada kepastian kapan hasil akhir pembahasan tersebut akan diumumkan kepada masyarakat.*