Jalur Whoosh Diperiksa Teknologi Mutakhir, KCIC Jaga Ketepatan Waktu 99 Persen

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengandalkan teknologi Rail Flaw Detection Vehicle (RFD) untuk menjaga keamanan jalur kereta cepat Whoosh.(Dok.KCIC).**

SATUMEDIA.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengandalkan teknologi Rail Flaw Detection Vehicle (RFD) untuk menjaga keamanan jalur kereta cepat Whoosh. Teknologi inspeksi rel berkecepatan tinggi itu digunakan untuk mendeteksi potensi kerusakan rel secara dini agar perjalanan tetap aman dan nyaman bagi penumpang.

General Manager Corporate Secretary Eva Chairunisa mengatakan, pemeriksaan rutin dengan teknologi modern menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional Whoosh sejak pertama kali beroperasi pada 2023.

Menurut Eva, hingga saat ini Whoosh berhasil mempertahankan catatan zero accident dengan tingkat ketepatan waktu perjalanan mencapai sekitar 99 persen.

“Keselamatan perjalanan merupakan prioritas utama KCIC. Karena itu, pemeriksaan prasarana dilakukan secara rutin dan terukur, termasuk dengan memanfaatkan teknologi tinggi seperti Rail Flaw Detection Vehicle,” ujar Eva dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).

RFD melakukan pemeriksaan menyeluruh pada lintasan Whoosh sepanjang 142 kilometer di dua arah perjalanan. Teknologi tersebut mampu mendeteksi berbagai potensi cacat pada rel, mulai dari kerusakan sambungan, kondisi penampang rel, hingga anomali seperti goresan yang berisiko mengganggu perjalanan kereta cepat.

Pemeriksaan juga mencakup komponen pendukung di sekitar jalur, termasuk sistem kabel persinyalan.

KCIC melakukan inspeksi menggunakan RFD setiap dua bulan sekali. Kendaraan pemeriksa rel itu melaju dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam dan membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk pemeriksaan pulang-pergi.

Seluruh proses dilakukan saat window time atau setelah seluruh perjalanan Whoosh selesai beroperasi, sehingga tidak mengganggu jadwal layanan penumpang.

Eva menjelaskan, saat ini pengoperasian RFD telah sepenuhnya ditangani oleh delapan personel Indonesia yang sebelumnya menjalani proses alih pengetahuan dari tenaga profesional asing.

Tim tersebut terdiri dari masinis, petugas pemeriksaan, hingga analis data yang bertugas membaca hasil inspeksi untuk menentukan langkah perawatan lanjutan di lapangan.

“Hasil pemeriksaan akan dianalisis untuk mengetahui potensi temuan pada rel maupun komponen pendukung di lintas. Dari situ petugas perawatan dapat langsung melakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan,” katanya.

Tak hanya digunakan untuk inspeksi berkala, RFD juga dapat diterjunkan dalam kondisi darurat, seperti setelah gempa bumi, cuaca ekstrem, atau bencana alam lain yang berpotensi memengaruhi kondisi prasarana.

Selain RFD, KCIC juga menggunakan teknologi pemeriksaan lain melalui Comprehensive Inspection Train (CIT) yang mencakup pemeriksaan geometri jalur, sistem sinyal, telekomunikasi, hingga Listrik Aliran Atas (LAA).

Menurut Eva, pemanfaatan teknologi modern tersebut menjadi bagian dari komitmen KCIC untuk menghadirkan layanan kereta cepat berstandar tinggi di Indonesia.

“Melalui pemanfaatan teknologi tinggi, perawatan berkala, serta pengoperasian oleh personel Indonesia, KCIC terus berkomitmen menghadirkan layanan kereta cepat yang aman, andal, tepat waktu, dan berstandar tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya.*

Pos terkait