SATUMEDIA.ID – Suasana haru dan penuh khidmat mewarnai kegiatan pelepasan siswa Angkatan ke-17 MTs Nurul Mukhtariyah Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, yang digelar pada Kamis, (18/6/2026).
Mengusung tema “Melangkah Pasti Meraih Masa Depan Istimewa”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan penuh optimisme dan semangat.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan, Ketua Komite, Kepala Madrasah, tokoh masyarakat, jajaran guru, orang tua siswa, peserta didik kelas VII hingga IX, serta para alumni dari berbagai angkatan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti prosesi pelepasan siswa kelas IX yang telah menuntaskan satu tahapan pendidikan dan bersiap memasuki fase berikutnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasul, marhabanan, dan doa bersama. Suasana semakin semarak dengan berbagai penampilan seni budaya, prosesi lengser, sungkeman yang disertai tradisi ngawasuh dampal sampean kepada orang tua, serta pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi dan teladan.
Kepala MTs Nurul Mukhtariyah, Arif Surahman, S.Pd.I., menyampaikan bahwa perjalanan pendidikan selama tiga tahun menyimpan banyak cerita dan pengalaman, baik di dalam maupun di luar kelas. Ia mengucapkan terima kasih kepada para guru dan orang tua siswa atas kerja sama yang telah terjalin selama ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan orang tua yang telah bersama-sama mendampingi proses pendidikan para siswa. Kami juga memohon maaf apabila selama mendidik masih terdapat kekurangan yang belum sesuai dengan harapan,” ujarnya.
Arif juga mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah lulus. Ia berpesan agar para alumni terus menjaga nama baik madrasah, semangat menuntut ilmu, serta senantiasa menjunjung tinggi adab di mana pun berada.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Nurul Mukhtariyah, H. Saiful Rachman, M.Ag., menyampaikan bahwa perjalanan lembaga pendidikan yang dirintis dan dikelola Yayasan Nurul Mukhtariyah telah berlangsung cukup panjang. Bahkan, sebelum Kabupaten Bandung Barat terbentuk, lembaga tersebut masih berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bandung.
“Tanpa terasa, hari ini kita telah melepas Angkatan ke-17. Atas nama yayasan, saya mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah lulus dan resmi menjadi alumni MTs Nurul Mukhtariyah. Kelulusan ini bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.
Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang unggul dalam pelajaran akademik, tetapi juga mampu membaca dan menulis Al-Qur’an, menjaga salat, memiliki keterampilan, serta berakhlak mulia.
“Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah dan berpotensi merugikan orang lain. Sebaliknya, adab tanpa ilmu akan membuat seseorang sulit bersaing. Karena itu, keduanya harus berjalan beriringan dan saling melengkapi,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada para alumni agar senantiasa menjaga salat lima waktu, terus belajar, rajin mengaji, serta mempertahankan hafalan Al-Qur’an yang telah dimiliki. Selain itu, para siswa diminta untuk selalu menjaga nama baik almamater di mana pun melanjutkan pendidikan.
Dalam sambutannya, H. Saiful juga mengajak para guru untuk terus semangat dalam mendidik generasi muda. Menurutnya, masa Tsanawiyah merupakan fase peralihan yang penuh tantangan karena kondisi emosional siswa yang masih berkembang.
“Menjadi guru pada jenjang Tsanawiyah bukanlah tugas yang ringan. Namun dengan kesabaran, keikhlasan, dan istiqamah, insyaallah setiap proses pendidikan akan menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan orang tua siswa atas kepercayaan yang telah diberikan kepada MTs Nurul Mukhtariyah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama tiga tahun terakhir masih terdapat kekurangan dalam pelayanan pendidikan.
“Kami berupaya memberikan pendidikan terbaik sesuai kurikulum yang berlaku. Tanggung jawab mendidik anak bukan hanya milik lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi tugas bersama antara sekolah dan orang tua. Semoga ikhtiar yang telah dilakukan memberikan manfaat bagi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.*