SATUMEDIA.ID – Provinsi Jawa Barat kembali mencatat prestasi di sektor pariwisata dengan meraih penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year. Penghargaan tersebut diberikan kepada wilayah di negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) yang dinilai memiliki perkembangan paling menjanjikan dalam membangun ekosistem wisata ramah Muslim berstandar internasional.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya panjang Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan destinasi wisata ramah Muslim melalui penguatan regulasi, peningkatan kualitas layanan, hingga kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Menurut dia, pemerintah daerah terlebih dahulu memastikan kesiapan sektor pariwisata agar memenuhi standar wisata ramah Muslim yang diakui secara global.
“Kuncinya adalah kebijakan atau regulasi. Kami mendorong kesiapan industri pariwisata seperti hotel, restoran, kafe, dan pelaku usaha lainnya agar memenuhi standar wisata ramah Muslim. Setelah itu dilakukan pemetaan terhadap pelaku usaha yang sudah maupun yang belum memenuhi standar, kemudian diperkuat dengan promosi secara masif, baik oleh pemerintah, pelaku usaha, maupun wisatawan,” ujar Iendra dalam wawancara bersama TVRI yang dikutip dari laman Disparbud Jawa Barat, Jumat (3/7/2026).
Iendra menilai potensi pasar wisata ramah Muslim di Jawa Barat sangat besar. Selain karena mayoritas penduduknya beragama Islam, Jawa Barat juga menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan mancanegara dari Malaysia, Singapura, hingga sejumlah negara di Timur Tengah yang didominasi wisatawan Muslim.
Melihat potensi tersebut, Pemprov Jawa Barat terus mendorong pelaku industri pariwisata menyediakan sarana dan prasarana yang aman, nyaman, serta sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.
“Potensi wisatawan Muslim di Jawa Barat sangat besar. Karena itu kami terus mendorong pelaku usaha untuk melengkapi fasilitas yang aman dan nyaman agar wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik selama berkunjung ke Jawa Barat,” katanya.
Selain peningkatan fasilitas, Disparbud Jawa Barat juga mempercepat sertifikasi halal bagi produk dan layanan pariwisata. Menurut Iendra, sertifikasi halal menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan wisatawan karena menjamin proses produksi, bahan baku, hingga pengelolaan produk sesuai standar halal.
“Yang tidak kalah penting adalah sertifikasi halal. Sertifikasi ini bukan sekadar label, tetapi menjadi jaminan bahwa proses, bahan baku, dan pengelolaannya telah memenuhi standar. Kami terus mendorong agar produk makanan, minuman, serta berbagai produk ekonomi kreatif memiliki sertifikasi halal,” ujarnya.
Sebelum meraih penghargaan tingkat internasional tersebut, Jawa Barat lebih dahulu dinobatkan sebagai salah satu daerah terbaik dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Penghargaan itu diberikan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, setelah Jawa Barat dinilai memenuhi empat indikator utama wisata ramah Muslim, yakni akses, komunikasi, lingkungan, dan pelayanan.*
