SATUMEDIA.ID – Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pasar Antri, Kota Cimahi, dikeluhkan para pedagang karena dinilai semakin mengganggu aktivitas perdagangan. Kondisi yang disebut telah berlangsung berbulan-bulan itu memicu bau menyengat, banyak lalat, dan membuat sebagian pembeli enggan datang ke pasar.
Salah seorang pedagang, Siti, mengatakan persoalan sampah yang tak kunjung teratasi telah berdampak langsung terhadap pendapatannya. Menurut dia, banyak pelanggan mengaku tidak nyaman berbelanja karena lingkungan pasar yang kotor.
“Sampahnya sudah lama tidak terangkut sampai menumpuk seperti sekarang. Baunya sangat menyengat dan lalatnya juga banyak,” ujar Siti, Rabu (29/7/2027).
Ia menuturkan, kondisi tersebut membuat banyak pembeli memilih mengurungkan niat berbelanja. Bahkan, ada pelanggan yang berpindah ke tempat lain karena menganggap suasana pasar sudah tidak lagi nyaman.
“Kalau kondisinya terus seperti ini, pembeli pasti mencari tempat yang lebih bersih. Kami yang berdagang jadi ikut merasakan dampaknya,” katanya.
Siti mengaku omzet penjualan makanan dan minuman yang dijualnya terus mengalami penurunan sejak tumpukan sampah semakin parah. Aroma tidak sedap dari sampah juga kerap membuat pelanggan kehilangan selera makan.
Menurut dia, persoalan tersebut diperparah dengan pengangkutan sampah yang dinilai tidak dilakukan secara rutin sehingga volume sampah terus bertambah dari hari ke hari.
Karena itu, Siti berharap Pemerintah Kota Cimahi bersama dinas terkait segera mengambil langkah nyata untuk membersihkan kawasan pasar agar aktivitas perdagangan kembali normal.
“Kami hanya ingin lingkungan pasar bersih lagi. Kalau tempatnya nyaman, pembeli juga pasti mau datang dan pedagang bisa mencari nafkah dengan tenang,” tuturnya.*