SATUMEDIA.ID – Seorang pria berinisial AR (22) diduga membakar rumah milik orangtuanya di Jalan Cirangrang, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, setelah mengaku sakit hati karena kerap dimarahi ibunya. Kebakaran itu menghanguskan tiga bangunan, termasuk rumah orangtuanya, sementara sang ayah mengalami luka bakar pada bagian tangan.
Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan mengatakan, penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa aksi tersebut dipicu persoalan keluarga. Sebelum kebakaran terjadi, pelaku diketahui sempat mendapat teguran dari ibunya.
Menurut Kurniawan, pelaku diduga sengaja memicu kebakaran dengan membakar sepeda motor yang terparkir di dalam rumah. Api kemudian dengan cepat membesar, melalap bangunan, lalu merembet ke dua rumah di sampingnya.
Warga bersama petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran api agar tidak menjalar ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman. Setelah beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, ayah pelaku mengalami luka bakar pada bagian tangan saat berada di lokasi kebakaran. Korban kemudian mendapat penanganan medis.
Hasil pemeriksaan awal juga mengungkap bahwa pelaku baru saja bercerai dengan istrinya. Sejak saat itu, pelaku mengaku lebih sering mendapat teguran dari kedua orangtuanya.
“Kami menduga kondisi tersebut menjadi pemicu munculnya rasa sakit hati yang kemudian berujung pada aksi pembakaran rumah,” kata Kompol Kurniawan, Rabu (5/8/2026).
Usai kejadian, anggota Polsek Babakan Ciparay langsung mengamankan pelaku di lokasi. Pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam olah tempat kejadian perkara, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang hangus terbakar dan dua korek api gas yang diduga digunakan untuk menyulut api.
Selain memeriksa pelaku, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian. Penyidik turut mendalami kondisi kejiwaan serta latar belakang pelaku sebagai bagian dari proses penyidikan.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku, termasuk menghitung nilai kerugian material akibat kebakaran yang menghanguskan tiga bangunan. Garis polisi juga masih terpasang di lokasi untuk kepentingan penyelidikan.*