SATUMEDIA.ID – Warga Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dikejutkan dengan penemuan benda yang diduga merupakan mortir di sebuah gudang rongsokan, Jumat (21/8/2026).
Benda berbahaya itu ditemukan pemilik gudang, Muh Zainudin, setelah seorang pria tak dikenal menjual satu karung berisi besi bekas.
Kapolsek Batujajar Kompol Asep Saepuloh mengatakan, pria tersebut datang ke gudang rongsokan milik Zainudin di Kampung Blok Carik, RT 05/01, Desa Batujajar Barat, sekitar pukul 13.00 WIB.
Menurut Asep, pria itu membawa satu karung berisi besi rongsokan dengan berat sekitar 16 kilogram. Karung tersebut langsung dijual tanpa terlebih dahulu dibuka dan diperiksa isinya.
“Penjual datang membawa satu karung rongsokan. Setelah transaksi selesai, dia langsung pergi sehingga identitasnya belum diketahui,” kata Asep.
Setelah penjual meninggalkan lokasi, Zainudin membuka karung tersebut untuk memilah besi bekas. Saat itulah dia menemukan benda asing yang bentuk fisiknya menyerupai mortir.
Benda tersebut memiliki panjang sekitar 30 sentimeter dengan diameter sekitar 7 sentimeter.
“Ketika menemukan benda yang mencurigakan itu, pemilik gudang memilih menghentikan aktivitas dan segera melapor kepada polisi karena khawatir benda tersebut masih berbahaya,” ujar Asep.
Polsek Batujajar kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan area sekitar gudang. Benda tersebut dibiarkan di tempat dan tidak dipindahkan secara sembarangan untuk menghindari risiko ledakan.
Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan Tim Gegana Sat Brimob Polda Jawa Barat untuk melakukan penanganan.
Proses disposal dilakukan di kawasan Gunung Padakasih, Jalan Raya Batujajar, RT 04/05, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, yang dinilai lebih aman dan jauh dari permukiman warga.
“Lokasi disterilkan terlebih dahulu. Warga kami minta menjauh dari area tersebut selama proses penanganan berlangsung,” tutur Asep.
Tim Gegana yang dipimpin AKP Heri Purwanto kemudian melakukan pemusnahan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Proses disposal dilakukan dengan prosedur khusus untuk memastikan keselamatan petugas dan masyarakat. Pemusnahan berlangsung lancar dan benda yang diduga mortir tersebut berhasil dihancurkan.
Asep mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul benda tersebut. Petugas juga berupaya mengidentifikasi pria yang menjual karung berisi besi rongsokan kepada Zainudin.
“Kami masih mencari informasi mengenai penjual rongsokan tersebut untuk mengetahui dari mana benda itu berasal,” katanya.
Asep mengingatkan masyarakat, khususnya pengumpul dan pedagang barang bekas, agar tidak sembarangan menyentuh benda yang bentuk maupun fungsinya tidak diketahui.
Menurut dia, benda peninggalan perang atau amunisi yang belum meledak masih mungkin ditemukan dan dapat bercampur dengan barang-barang bekas.
“Kalau menemukan benda berbahan logam yang bentuknya tidak lazim, terutama menyerupai tabung atau memiliki bobot berat, jangan disentuh, dipukul, apalagi dibawa ke tempat lain,” ucap Asep.
Ia meminta warga segera melapor kepada kepolisian atau aparat keamanan terdekat agar benda tersebut dapat diperiksa dan ditangani oleh petugas yang memiliki kompetensi.
“Yang paling penting adalah jangan mengambil risiko. Biarkan benda itu di tempat dan segera laporkan kepada petugas,” tandasnya.*