Bengkel Bodi Tamiya di KBB Garap Pesanan Manual, Pelanggannya sampai Jepang

Zatnika Ganjar Nugraha (44) memperlihatkan salah satu karyanya. (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Sebuah bengkel di Kompleks Permata, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), khusus mengerjakan bodi Mini 4WD atau Tamiya secara manual.

Bukan menjual mobil Tamiya siap balap, bengkel milik Zatnika Ganjar Nugraha (44) ini menerima pesanan bodi dengan berbagai desain dan karakter sesuai keinginan pelanggan.

Menariknya, hasil pengerjaan bodi Tamiya dari bengkel tersebut tidak hanya diminati penghobi dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah dikirim ke sejumlah negara.

Pesanan datang dari Malaysia, Thailand, Qatar, Arab Saudi hingga Jepang, negara yang dikenal sebagai asal Tamiya.

Ganjar mengatakan, setiap bodi dikerjakan satu per satu dengan proses yang cukup panjang. Pengerjaan dimulai dari menyiapkan permukaan bodi, pengecatan secara berlapis, pembuatan detail grafis hingga pengeringan menggunakan oven rakitan sendiri.

“Konsep bengkel kami memang khusus mengerjakan bodi. Jadi pelanggan tidak datang untuk membeli mobil Tamiya lengkap, tetapi membawa atau memilih bodi yang kemudian kami kerjakan sesuai desain yang diinginkan,” ujar Ganjar,  Senin (5/10/2026).

Menurut dia, proses pengerjaan membutuhkan ketelitian tinggi. Kesalahan pada satu bagian bisa membuat proses pengecatan harus diulang dari awal.

“Karena semuanya dikerjakan manual, setiap tahap harus benar-benar diperhatikan. Kalau hasil pengecatannya tidak sesuai, kami harus mengulang lagi dari awal,” katanya.

Berawal dari Jualan Decal

Keahlian Ganjar mengerjakan bodi Tamiya tidak muncul secara tiba-tiba.

Usahanya bermula pada 2016 ketika dia menjual stiker atau decal. Dari aktivitas tersebut, Ganjar kemudian mulai mengembangkan kemampuan membuat desain untuk mobil remote control (RC).

Ketika tren Mini 4WD kembali ramai, dia pun mulai serius menggarap bodi Tamiya.

Kini, untuk pengerjaan dengan tingkat kesulitan sedang, Ganjar mampu menyelesaikan sekitar tiga hingga lima bodi dalam sehari.

Harga pengerjaan berada di kisaran Rp 150.000 hingga Rp 400.000 per unit.

Harga tersebut bergantung pada tingkat kerumitan desain, jumlah warna serta detail yang diminta pelanggan.

Pelanggan juga dapat membawa bodi sendiri. Namun, Ganjar menyarankan penggunaan bodi yang disiapkan bengkel agar proses pengerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih maksimal.

“Bodi yang sudah pernah dicat membutuhkan proses tambahan karena lapisan cat lama harus dibersihkan terlebih dahulu. Itu membuat waktu pengerjaan lebih panjang dan risikonya juga lebih besar,” ujarnya.

Bodi Tamiya yang dikerjakan Ganjar tidak hanya mendapatkan sentuhan warna baru.

Dia juga menerima pesanan dengan desain khusus, mulai dari karakter Mater dan Lightning McQueen, replika mobil Formula 1 hingga desain bergaya mecha seperti Gundam.

Setiap desain dibuat mengikuti konsep yang diinginkan pelanggan.

“Ada pelanggan yang ingin bodinya terlihat seperti mobil balap, ada juga yang membawa karakter tertentu. Semua detail tersebut kami sesuaikan dengan permintaan mereka,” kata Ganjar.

Seiring meningkatnya popularitas bengkel tersebut di komunitas Mini 4WD, jangkauan pelanggannya pun semakin luas.

Pesanan datang dari Jakarta, Surabaya, Bangka Belitung, Makassar hingga sejumlah wilayah di Kalimantan.

Untuk pasar luar negeri, Malaysia menjadi salah satu negara yang cukup rutin melakukan pemesanan. Pesanan juga datang dari Thailand, Qatar dan Arab Saudi.

Bahkan, bodi Tamiya hasil pengerjaan bengkel di Bandung Barat tersebut telah dikirim ke Jepang.

Namun, pengiriman ke luar negeri memiliki tantangan tersendiri. Biaya logistik terkadang justru lebih tinggi daripada harga bodi yang dipesan.

“Untuk pengiriman tertentu, ongkos kirimnya bisa lebih mahal daripada barangnya. Meski begitu, ada pelanggan yang tetap memesan karena mereka memang mencari desain yang tidak tersedia di pasaran,” tutur Ganjar.*