Rohto Peduli Kesehatan Mata, 2.000 Kacamata Gratis Dibagikan di 5 Daerah

PT. Rohto Laboratories Indonesia kembali mengadakan program CSR Rohto Peduli, dengan mengusung tema “Clear Vision for Brighter Future 2026.” Program Tahunan ini diadakan dalam rangka menyambut Hari Penglihatan Sedunia 2026 (World Sight Day) yang diperingati tanggal 8 Oktober 2026. (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – PT Rohto Laboratories Indonesia kembali menggelar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ROHTO Peduli “Joy of Seeing – A Healthy Future for All” dengan membagikan 2.000 kacamata gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.200 kacamata.

Program yang memasuki tahun kelima sejak pertama kali diluncurkan pada 2022 itu menyasar siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), lansia, serta operator pabrik.

Untuk siswa, program tersebut menyasar 15 sekolah yang tersebar di Bandung, Purwokerto, Malang, Surabaya, dan Jember.

Sementara di Kabupaten Bandung Barat (KBB), sasaran program diperluas kepada lansia yang tinggal di sekitar kawasan pabrik Rohto di Cimareme dan Laksana Mekar, termasuk para operator pabrik.

President Director PT Rohto Laboratories Indonesia Mukdaya Massidy mengatakan, program tersebut tidak sekadar membagikan kacamata gratis. Setiap peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata dan menjalani pemeriksaan mata.

“Program ini bukan hanya tentang memberikan kacamata. Kami ingin memastikan anak-anak mengetahui kondisi penglihatannya dan mendapatkan alat bantu yang sesuai sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar dengan lebih baik,” ujar Mukdaya di Aula Rohto Cimareme, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan ROHTO Peduli tahun ini telah dimulai sejak 8 September 2026 dengan mendatangi sekolah-sekolah di lima daerah.

Selama pelaksanaan program, lebih dari 3.000 peserta telah menjalani pemeriksaan mata.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat refraktometer dan dilanjutkan dengan pemeriksaan manual menggunakan phoropter. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan kondisi penglihatan dan ukuran lensa yang sesuai.

Peserta yang membutuhkan alat bantu penglihatan kemudian mendapatkan kacamata secara gratis.

Mukdaya mengatakan, pelaksanaan ROHTO Peduli tahun ini juga bertepatan dengan Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day yang diperingati pada 8 Oktober 2026.

Selain pembagian kacamata, rangkaian peringatan 30 tahun PT Rohto Laboratories Indonesia juga diisi dengan bakti sosial berupa operasi katarak gratis.

Operasi tersebut digelar di delapan titik dengan target 500 penerima manfaat dan melibatkan dokter spesialis mata di masing-masing daerah.

Rohto juga menggelar kegiatan kerja bakti, donor darah, serta memberikan donasi kepada panti disabilitas dan panti anak berkebutuhan khusus.

“Memasuki tahun kelima, kami bersyukur ROHTO Peduli dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” kata Mukdaya.

Menurut dia, pemeriksaan mata sejak dini penting dilakukan, khususnya bagi anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan tetapi belum menyadarinya.

Dengan pemeriksaan tersebut, anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat segera mendapatkan alat bantu yang sesuai.

“Kami berharap program ini dapat membangkitkan perhatian terhadap pentingnya kesehatan mata sejak dini, sekaligus membuka akses terhadap layanan pemeriksaan mata yang mudah dan terjangkau,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, ROHTO Peduli “Joy of Seeing” turut didukung Pesona Optic dan Bank Resona Perdania.

Pesona Optic berperan dalam pemeriksaan mata serta pembuatan kacamata sesuai hasil pemeriksaan. Sementara Bank Resona Perdania telah terlibat dalam program tersebut sejak 2024.

Mukdaya mengatakan, program ROHTO Peduli akan terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sejalan dengan motto kami, A Healthy Future for All, PT Rohto Laboratories Indonesia akan terus mengembangkan produk yang memberikan manfaat nyata serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata dia.

Penglihatan buram ganggu proses belajar

Manfaat program tersebut dirasakan salah seorang siswa SMPN 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Iqbal Juliansyah (14).

Sebelum menjalani pemeriksaan, Iqbal mengaku kesulitan melihat tulisan di papan tulis dari jarak jauh.

“Tulisan di papan tulis tidak terbaca. Kalau melihat dari jauh buram. Akibatnya saya sering ketinggalan materi pelajaran,” kata Iqbal.

Dari hasil pemeriksaan, Iqbal diketahui mengalami gangguan penglihatan dengan ukuran minus 2 dan silinder.

Ia mengaku gangguan penglihatan tersebut sebenarnya sudah dirasakan sejak duduk di bangku SD. Namun, kondisi itu tidak pernah disampaikannya kepada orangtua.

Iqbal juga mengaku cukup sering menggunakan telepon seluler, terutama ketika sedang libur sekolah.

“Kalau sedang libur, bisa setengah hari main handphone. Mata saya buram, tetapi tidak pernah cerita kepada orangtua,” tuturnya.

Ia baru mengetahui kondisi matanya setelah tim Rohto datang ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan.

Setelah mendapatkan kacamata, Iqbal mengaku penglihatannya menjadi lebih jelas.

“Alhamdulillah, sekarang setelah memakai kacamata dari Rohto, penglihatan saya jadi normal,” ujar dia.*