Program Poe Ibu, Pemprov Jabar Renovasi 39 Rumah Warga di Ciamis

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan perbaikan 39 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis.(Dok.Humas Pemprov Jabar)

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan perbaikan 39 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Program ini menyasar warga kurang mampu serta masyarakat yang rumahnya terdampak bencana pergeseran tanah.

Perbaikan rumah tersebut menjadi bagian dari kegiatan Abdi Nagri Ngaprak Lembur #2 yang didukung Program Poe Ibu, gerakan rereongan atau gotong royong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, dari total 39 rumah yang menjadi sasaran, sebanyak 30 rumah merupakan milik warga kurang mampu, sedangkan sembilan lainnya terdampak bencana pergeseran tanah.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak sekaligus mendukung pemulihan rumah warga yang terdampak bencana.

Salah satu rumah yang telah direnovasi merupakan milik Teddy. Adapun pada tahap pertama, perbaikan akan dilanjutkan terhadap 11 rumah.

Penanganan belasan rumah tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat dan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar.

Dari 11 rumah yang masuk tahap pertama, tiga rumah akan diperbaiki oleh Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat. Sementara itu, delapan rumah lainnya ditangani melalui dukungan perangkat daerah.

Badan Pendapatan Daerah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat masing-masing akan membangun satu rumah secara mandiri. Adapun enam rumah lainnya dikerjakan melalui kolaborasi sejumlah perangkat daerah.

Dedi mengatakan, pembiayaan renovasi rumah pada tahap pertama berasal dari gerakan rereongan ASN Pemprov Jabar melalui Program Poe Ibu.

“Semangat rereongan ini menunjukkan bahwa meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah sebagai institusi, tetapi juga seluruh unsur aparatur yang dapat berkontribusi melalui aksi nyata,” kata Dedi dikutip Jumat dari Humas Pemprov Jabar, Jumat (16/10/2026).

Pelaksanaan Abdi Nagri Ngaprak Lembur #2 turut melibatkan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat dan Jamkrida. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan bantuan sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan masyarakat.

Melalui Program Poe Ibu, Pemprov Jabar berupaya memperkuat kepedulian sosial di kalangan ASN agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Perbaikan rumah menjadi salah satu bentuk bantuan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun terdampak bencana.

Gerakan rereongan ini juga menjadi upaya mendorong semangat gotong royong agar tidak berhenti pada lingkungan pemerintahan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga tingkat desa.*

Pos terkait