Sungai di Cikidang Lembang Berubah Warna Menjadi Hitam Pekat

Setiap peternak cacing panen membuat air Sungai Cedok di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, KBB berubah warna menjadi hitam.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Sebuah aliran sungai di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak airnya berubah menjadi hitam. Perubahan warna ini sontak membuat petani yang melihatnya menjadi marah.

Sumpah serapah keluar dari mulut petani tersebut. Kondisi air sungai menjadi hitam pekat terlihat jelas dari rekaman video yang viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun instagram @kabarbandungbarat. Diduga video itu direkam oleh seorang petani.

Sang petani yang mengambil gambar khawatir dengan kondisi air sungai yang berbau dan hitam pekat. Pasalnya, air dari sungai tersebut digunakan untuk menyiram lahan pertanian.

Dalam caption dari Instagram itu disebutkan lokasi kejadian di Kampung Sadang RW 06 Desa Cikidang, Kecamatan Lembang. Petani itu meminta tolong agar dugaan pencemaran sungai ini segera diatasi.

Video viral itu ditindaklanjuti Satgas Citarum dan Dinas Lingkungan Hidup KBB dengan terjun ke lokasi. Diketahui,
penyebab air berwarna hitam itu berasal dari tempat budidaya cacing di Sungai Cedok, Desa Cikidang.

Kepala Desa Cikidang, Heri membenarkan bahwa lokasi video viral tersebut berada di wilayahnya. Namun, ia membantah jika perubahan warna air itu disebabkan oleh pencemaran limbah industri.

“Perubahan warna air berasal dari budidaya cacing di Sungai Cedok. Kalau sedang panen, memang jadinya seperti itu (air jadi berubah hitam). Tapi usai panen, air kembali normal,” kata Heri, Rabu (31/7/2024).

Para peternak cacing biasanya panen seminggu sekali di sungai tersebut. Menurutnya, meski air berubah menjadi hitam namun tidak berbahaya untuk pengairan lahan pertanian. Buktinya selama ini, lahan pertanian yang memanfaatkan air dari Sungai Cedok tak mengalami masalah.

“Meski warnanya hitam namun airnya tidak berbahaya untuk pengairan lahan pertanian. Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup pun sudah melakukan pengujian, hasilnya air Sungai Cedok tidak terlalu berbahaya,” ungkapnya.

Malah Heri menyebut, justru yang menjadi persoalan adalah keberadaan pabrik tahu yang membuang limbah langsung ke sungai.

“Permasalahan di Sungai Cedok bukan dari peternak cacing, tapi pabrik tahu yang membuang limbah langsung. Kami minta kepada pengusahanya untuk memperbaiki instalasi pembuangan limbahnya,” tegasnya.*