SATUMEDIA.ID – Rendahnya curah hujan menyebabkan suplai air dari Sungai Citarum dan anak-anak sungainya ke Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menurun drastis. Akibatnya, sejumlah dasar waduk mulai bermunculan ke permukaan.
Di beberapa lokasi, genangan air di Cihampelas, Cililin, Batujajar, Saguling, hingga Cipongkor tidak menyisakan air sama sekali. Kondisi ini banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bercocok tanaman palawija dan sayuran.
Seperti di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, daratan baru dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam sayuran. Di lokasi tersebut menyisakan aliran air yang berasal dari anak Sungai Citarum yang mengalir ke Waduk Saguling.
“Bagian atasnya memang kering, tapi lapisan tanah bagian bawahnya masih agak gembur. Di dekat sini juga masih ada aliran air kecil yang berasal dari anak sungai sehingga memudahkan untuk menyiram tanaman,” kata Sopandi (38) warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kamis (8/8/2024).
Pemandangan serupa juga terlihat di
Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar yang memanfaatkan daratan Waduk Saguling untuk bercocok tanam.
Kebanyakan warga menanam palawija seperti jagung, ubi, dan singkong. Sebagian menanam cabai, kol, mentimun dan padi.
Salah seorang warga, Abah Eji Suhari (65) mengatakan, sejak terjadi kemarau permukaan air Waduk Saguling mengalami penurunan drastis mencapai sekitar 10-15 meter. Akibatnya dasar waduk yang tertinggi terlihat muncul ke permukaan.
“Sekarang paling kedalaman waduk sekitar 5 meter. Itu biasa terjadi setiap musim kemarau,” kata Abah Eji.
Tiap musim kemarau, Abah Eki selalu menanam padi. Untuk tahun ini, ia menanam pada akhir Juni lalu.
“Setiap tahun saya bisa menanam satu kali. Sangat tergantung curah hujan. Kalau sepanjang tahun hujan jadi tidak bisa menanam,” ucapnya.
Ia mengaku hanya bisa memanen 70-80 kilogram beras. Tidak pernah dijual hanya buat kebutuhan sehari-hari.
“Bukan untuk dijual, tapi buat dikonsumsi sendiri. Alhamdulillah cukup sampai dua bulan,” katanya.
Selain dijadikan lahan pertanian, daratan Waduk Saguling juga kerap dimanfaatkan anak-anak untuk bermain sepak bola.*
