Agus Nurjaman Pegawai Honorer di RSUD Cililin, 15 Tahun Bantu Khitan Anak dari Keluarga Tidak Mampu

Agus Nurjaman, S.Kep (baju biru) usai mengkhitan anak dari keluarga tidak mampu.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Agus Nurjaman, S.Kep., selama lebih dari 15 tahun berkeliling Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan tulus dan ikhlas membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu yang ingin dikhitan.

Dia rela naik perahu menyeberangi Waduk Saguling dan Cirata demi membantu mengkhitan anak dari keluarga tidak mampu dari satu tempat ke tempat lain. Padahal sama sekali ia tidak memungut jasa khitan, semua digratiskannya.

Tak hanya melintasi perairan waduk nan luas, tapi Agus yang merupakan putra daerah asal Kecamatan Cipeundeuy, KBB ini kerap naik turun pegunungan demi menyambangi anak-anak yang ingin dikhitan.

“Saya secara door to door mendatangi keluarga yang ingin dikhitan. Ini sengaja saya lakukan agar keluarga anak itu tak perlu mengeluarkan ongkos transportasi. Biarlah saya yang datang sendiri,” kata Agus yang kini berusia 37 tahun kepada Satumedia.id, Selasa (13/8/2024).

Itu dilakukan Agus selama 15 tahun tanpa pamrih. Tak serupiah pun, dikeluarkan oleh keluarga yang ingin anaknya dikhitan. Aksi sosialnya itu dinamakannya NgaDoor ( Ngakhitan Door To Door ).

“Saya Lahir dan besar di Bandung Barat, saya cinta tanah kelahiran. Saya hanya seorang honorer tapi ingin berbuat banyak membantu masyarakat Bandung Barat. Bukti bakti dengan kompetensi yang saya miliki,” ucap lulusan Universitas Bakti Kencana dan Budi Luhur ini.

Karena berstatus pegawai honorer di RSUD Cililin yang terikat jam kerja, Agus mengatakan, dirinya harus pintar-pintar membagi waktu untuk bisa melaksanakan aksi sosialnya itu.

“Sebisa-bisa membagi waktu saja. Kalau pas kebetulan hari kerja, sebelum ngantor saya datangi rumah warga yang anaknya ingin dikhitan. Kan, proses khitan hanya butuh waktu 10 menit. Enggak banyak menyita waktu,” ucapnya.

Aksi sosialnya, ia lakukan sejak lulus kuliah pada 2008 silam. Berkat aksi sosialnya itu, pria kelahiran Bandung 10 Juni 1987 ini mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI dalam kategori Tenaga Kesehatan Teladan Tahun 2024.

Agus menerima penghargaan pada acara Penganugerahan Penghargaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan serta Kader Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2024, Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Selasa (13/8/2024).

Anugerah Tenaga Kesehatan Teladan Tahun 2024 diberikan pada tenaga kesehatan yang mengabdi tidak hanya di tempat kerja saja, tetapi juga sumbangsih materi pribadi dalam menjalankan program pelayanan di luar tugas pokok sebagai perawat.

“Saya tidak pernah membayangkan dan tidak pernah mimpi akan mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan ini. Mungkin ini buah dari kerja ikhlas saya membantu masyarakat kurang mampu mengkhitan anak-anaknya lewat program NgaDoor,” tuturnya.

Itulah Agus, sosok “Robin Hood” dalam wujud lain. Tanpa pamrih membantu masyarakat tak mampu. Bukan uang yang ia inginkan, tapi raut muka bahagia dari orangtua dan anaknya yang dikhitan.

“Saya senang ketika melihat keluarga yang anaknya dikhitan bahagia,” tukasnya.*

 

Pos terkait