100 Perusahaan Terbesar di Indonesia Versi Fortune,  Memiliki Total Pendapatan Rp5.606,67 Triliun

Bank Mandiri menempati posisi puncak dalam Fortune Indonesia 100, sebagai perusahaan dengan aset terbesar di Indonesia.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Fortune Indonesia merilis 100 besar perusahaan Indonesia tahun 2024. Penilaiannya berdasarkan pada pendapatan, laba bersih, aset, ekuitas, kapitalisasi pasar, hingga jumlah karyawan menurut laporan keuangan perseroan tahun fiskal 2023 yang telah diaudit.

Total keseluruhan pendapatan dari 100 perusahaan dalam daftar tersebut mencapai Rp5.606,67 triliun. Sementara total laba bersih mencapai Rp487,89 triliun, sebanyak 45,24 persen disumbangkan oleh sektor keuangan

Dari total 100 perusahaan besar di Indonesia tersebut, terdapat 19 perusahaan plat merah atau BUMN. Tercatat, total pendapatan dari 19 BUMN itu sekitar Rp2.828,3 triliun.

Di antara 19 BUMN tersebut, Bank Mandiri menempati posisi puncak dalam Fortune Indonesia 100, sebagai perusahaan dengan aset terbesar di Indonesia. Dalam data yang dirangkum oleh Fortune Indonesia, pada tahun 2023 Bank Mandiri tercatat memiliki total aset sebesar Rp2.174,21 triliun.

Posisi yang melampaui capaian perusahaan jumbo di Tanah Air tersebut, menegaskan dominasi Bank Mandiri tak hanya di sektor perbankan nasional, tetapi turut menunjukkan kemampuan bersaing dengan perusahaan besar lainnya.

Capaian itu, mencerminkan keberhasilan Bank Mandiri dalam menerapkan strategi bisnis yang efektif dan mengelola aset dengan baik. Kendari berada di tengah tantangan ekonomi yang fluktuatif.

Hal ini semakin tercermin dengan pertumbuhan bisnis yang kian menguat, hingga paruh pertama 2024. Dari sisi total aset, di kuartal II 2024 Bank Mandiri berhasil mendorong perolehan aset menembus Rp2.258 triliun secara konsolidasi, naik 15% secara year on year (YoY).

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, hal ini ikut didorong oleh  penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp1.532 triliun di Kuartal II 2024, tumbuh 20,5% secara tahunan. Pertumbuhan ini melampaui rata-rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 12,36% YoY per Juni 2024.

Realisasi kredit tersebut turut diikuti oleh pencapaian laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi yang tumbuh 5,23% YoY menjadi Rp26,6 triliun pada akhir Kuartal II 2024. “Untuk mendorong pertumbuhan kredit, Bank Mandiri berfokus pada perluasan ekosistem dan optimalisasi potensi di setiap wilayah, guna mencapai hasil maksimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah,” kata Darmawan dikutip dari laman Bank Mandiri, Minggu (18/8/2024).

Selain itu, Bank Mandiri bahkan berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dari 1,53% menjadi 1,01%. Penurunan ini menunjukkan pengelolaan risiko yang efektif oleh Bank Mandiri dalam menjaga kualitas kredit di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Fungsi intermediasi tersebut diimbangi dengan pertumbuhan DPK secara konsolidasi yang tumbuh sebesar 15,4% YoY menjadi Rp1.651 triliun di Kuartal II 2024. Darmawan menambahkan, pertumbuhan DPK yang positif didorong oleh peningkatan dana murah sebesar 17,9% secara tahunan, yang ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 23% YoY menjadi Rp612 triliun dan tabungan yang meningkat 13,4% YoY menjadi Rp626 triliun.

Pertumbuhan tersebut pun berkontribusi mendorong komposisi rasio dana murah (CASA Ratio) terus meningkat mencapai 79,7% secara bank only, level tertinggi dalam sejarah Bank Mandiri. Pencapaian tersebut, ikut berkontribusi menjaga biaya dana atau Cost of Fund (CoF) bank only di level yang rendah sebesar 2,08%.

“Dengan aset yang terus bertumbuh dan kinerja yang semakin kuat, kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan memenuhi kebutuhan nasabah dengan layanan yang inovatif dan berkualitas,” tegasnya.*

Pos terkait