Harga Buah Manggis di Petani Sempat Menyentuh Rp500 Per Kilogram

Panen raya yang terjadi pada musim hujan 2024 membuat harga manggis di tingkat petani sempat dihargai Rp500 per kilogram/Pixabay

SATUMEDIA – Musim panen manggis yang ditunggu-tunggu petani ternyata tak selalu berbuah manis. Seperti panen kali ini, petani harus gigit jari karena harga jual terjun bebas.

Seperti dialami petani manggis di Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. Para pemilik pohon manggis sampai membiarkan buahnya busuk di pohon.

Pohon manggis banyak tumbuh di Kampung Cibaregbeg, Cibewok, dan lainnya. Jatuhnya harga manggis diakibatkan panen raya yang terjadi sejak Maret 2024.

Seperti diungkapkan Triawan (24) warga Kampung Sindangamis RT 00/RW 01, Desa/ Kecamatan Jatiwaras, sebelum puasa harga manggis di tingkat petani hanya dihargai Rp 500 per kilogram. Akibatnya, pemilik pohon manggis enggan menjual lebih memilih tidak memanen.

“Di Jatiwaras banyak pemilik pohon manggis. Sebagian dari mereka tak memanen karena harganya sebelum puasa lalu hanya Rp 500 per kilogram. Padahal biasanya bisa sampai Rp 10.000 per kilogram,” ucap Triawan pada Sabtu (13/4/2024).

Namun kini, harga mulai berangsur-angsur naik. Di pohon, bandar menghargai Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per kilogram.

Sementara itu, harga manggis di pedagang awalnya dijual Rp 20.000/3 kilogram. Kemudian turun hingga dijual Rp 5.000/kilogram.

Salah seorang pedagang buah manggis, Ucup Sutisna (34) membenarkan kalau beberapa jenis buah-buahan turun drastis. Tidak hanya manggis, tapi juga duku, dan salak.

“Bertepatan dengan musim hujan ini, beberapa jenis buah-buahan sedang panen raya dan itu berbarengan. Harga duku Palembang sekarang Rp 8.000 per kilogram, salak pondoh stabil dijual Rp 10.000/3 kilogram,” ungkap Ucup.*