Jalan di Kampung Cipiring Rongga Terputus, Pendistribusian Logistik Pilkada Terganggu

Seluruh logistik Pilkada Serentak 2024 disimpan di Gudang Logistik KPU KBB yang berlokasi di Kampung Cibingbin RT 05/RW 04, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Jalan setapak yang menjadi akses utama menuju Kampung Cipiring, RW 12, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terputus akibat tergerus longsor.

Terputusnya akses utama menuju Kampung Cipiring bisa menghambat
pendistribusian logisitik Pilkada 2024.

“Bila tidak segera ditangani, kami khawatir pendistribusian logistik Pilkada 2024 terganggu. Di Kampung Cipiring terdapat satu TPS dengan 600 pemilih,” sebut
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rongga Ali Surahman saat dihubungi, Kamis (7/11/2024).

Ali membenarkan, jalan yang melintasi daerah pegunungan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju Cipiring.

“Sekarang sedang ditata untuk jalur evakuasi jalan baru. Walaupun hanya sebatas lewat saja tapi diupayakan tidak menghambat pendistribusian logistik ke wilayah itu,” tuturnya.

Ia tidak memungkiri, jalur pendiatribusian logistik Pilkada ke Kampung Cipiring cukup sulit dengan jarak tempuh sekitar 12 kilometer dari Kantor Desa Cicadas. Tak bisa dilalui kendaraan roda empat, hanya sepeda motor dan pejalan kaki.

“Pada Pemilu 2024 lalu, pengangkutan logistik menggunakan motor khusus. Jika dipaksakan menggunakan mobil hanya bisa sekitar 3 kilometer. Dari situ logistik harus diangkut sepeda motor karena hanya jalan setapak. Itupun tidak bisa motor sembarangan, tapi yang harus motor keyeup (kepiting) yang sudah dimodifikasi,” tuturnya.

Setelah akses tersebut terputus longsor sehingga motor keuyeup pun sudah tak bisa lewat. Solusinya dengan menggotong logistik Pilkada 2024.

Diketahui, selama ini jalan setapak itu merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Rongga, Bandung Barat dengan Desa Margaluyu, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Kepala Desa Cicadas Darman mengatakan, longsor terjadi terjadi bersamaan dengan turunnya hujan deras pada Selasa (5/11/2024) malam.

“Tebing jalan itu longsor. Panjang longsornya 40 meter,” kata Darman.

Dia mengatakan, untuk sementara, warga membuat jalur sementara agar tidak mengganggu aktivitas. Pihak desa bersama warga rencanannya akan berupaya untuk membuat akses baru menuju kampung tersebut.

“Rencananya Sabtu dan Minggu besok akan ada gerakan untuk mengeruk,” sebutnya.*

 

 

Pos terkait