SATUMEDIA.ID – Selama 3,5 tahun Dadang Supriatna menjabat sebagai Bupati Bandung telah banyak menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi masyarakat.
Di bidang kesehatan, Kang DS membangun 5 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang tersebar di sejumlah wilayah. Sehingga pelayanan kesehatan semakin dekat kepada masyarakat.
Kelima rumah sakit itu adalah RSUD Bedas Cimaung, RSUD Bedas Kertasari, RSUD Bedas Pacira, RSUD Bedas Arjasari dan RSUD Bedas Tegalluar Bojongsoang.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Hadiat sangat mengapresiasi kinerja Bupati Bandung Dadang Supriatna yang mampu merampungkan pembangunan lima RSUD selama 3,5 tahun kepemimpinannya di Kabupaten Bandung.
“Ini sangat fantastis dan menakjubkan. Mungkin ini baru pertama kali dalam sejarah kepemimpinan kepala daerah di Indonesia, seorang kepala daerah dalam waktu singkat bisa menyelesaikan 5 rumah sakit,” kata Hadiat di Soreang, Sabtu (28/12/2024).
Tengok saja bukti kinerja nyata Bupati Bandung Dadang Supriatna ini. Pada Jumat pagi, orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini melaksanakan soft launching atau peresmian pembangunan RSUD Pacira (Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali) di Desa Sukawening Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung.
Pembangunan rumah sakit itu menelan anggaran Rp 28 miliar. RSUD Bedas Pacira ini adalah rumah sakit kelima yang diresmikan Bupati Bandung. Sebelumnya adalah RSUD Bedas Cimaung, Kertasari, Bojongsoang dan Arjasari, yang sudah lebih awal diresmikan dalam pembangunannya.
“Dengan adanya pembangunan lima rumah sakit itu, sebagai bentuk adanya kemajuan dan peningkatan dalam pembangunan di Kabupaten Bandung dibawah kepemimpinan Pak Bupati Dadang Supriatna,” ujar anggota Fraksi PKB dari daerah pemilihan (dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali, Soreang, Soreang, dan Kecamatan Cangkuang ini.
Menurutnya, dengan adanya sarana dan prasarana rumah sakit ini dapat memudahkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan.
“Masyarakat akan semakin mudah dan dekat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya untuk kebutuhan berobat,” katanya.
Selain memudahkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kata Hadiat, masyarakat sekitar akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja.
“Tentu saja setiap rumah sakit yang dibangun, membutuhkan tenaga kerja. Sehingga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja di rumah sakit tersebut dengan berbagai bidang keahlian dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing warga,” katanya.*


