Memacu Adrenalin dengan Jeep Off Road di Kaki Gunung Guntur Garut

Off road di kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut menjadi daya tarik wisata unik, menarik, dan menyajikan pengalaman yang tidak mudah dilupakan.(Dede Supriatna).**

SATUMEDIA.ID – Mengunjungi kota kelahiran Garut tahun 2025 berbeda jauh dengan tahun 1960-an. Destinasi wisata Garut yang memanjakan wisatawan lokal dan luar daerah makin bertambah. Salah satunya yang lagi trend yakni off road di kaki Gunung Guntur.

Gunung Guntur adalah gunung berapi kerucut aktif yang terdapat di desa Pasawahan, Kelurahan Pananjung, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Gunung Guntur meletus tahun 1847 menjadi destinasi wisata adrenalin off road.

Letusannya berupa lava membentuk track yang cukup menantang untuk wisata off road. Off road merupakan olahraga otomotif yang menggunakan mobil Jeep atau jenis SUV (Sport Utility Vehicles) . Disini mobil yang digunakan antara lain Katana / Jimny / CJ / Wilis / Landy. Di off road ini Anda akan melewati medan-medan yang beda dibandingkan dengan lokasi off road daerah lain .

Lahar bekas letusan Gunung Guntur dua abad silam telah membentuk trek yang dapat menguji adrenalin apalagi menyusuri track sejauh 5 kilometer itu dengan jeep di jalan yang benar-benar masih alami.

Petualangan rombongan warga RW 06 Kelurahan Batununggal Kota Bandung dalam rangka ulang tahun Pak RW yang ke 72 dimulai tepat jam 14.00 WIB tanggal 8 Agustus 2025. Bicara tentang usia peserta rata-rata sudah lansia namun tantangan off road tidak menyurutkan nyali untuk menjajal Gunung Guntur.

Hamparan lava yang memenuhi jalan atau badan lintasan yang dibuat khusus untuk off road ini membuat aliran darah dan detak jantung meningkat pada seluruh tubuh peserta. Ada rasa kekuatiran dan juga penasaran . Off road di kawasan Gunung Guntur ini sangat berbeda karakternya dengan wisata off road di daerah lain seperti di Bromo dan Cikole Lembang, Gunung Merapi atau VW Magelang.

Gunung Guntur ini lebih ekstrim, tanjakan dan turunannya bisa  80 derajat,juga ada track basahnya yang pastinya cukup komplit tantangannya . Tak dapat dipungkiri panorama sepanjang jalan yang cukup muat lebar Jeep ini panorama alamnya memikat dan cukup asri.

Dari kaki Gunung Guntur terlihat kota Garut saat peserta rehat sejenak sambil berfoto bersama setelah seluruh badan berguncang hebat – lebih ekstrem menyusuri jalan berbatu, penuh ilalang dan sesekali melewati tanah becek dan mirip kolam kerbau.

Wisata off road ini salah satu bentuk mengeksplor keindahan panorama alam Gunung Guntur. Wisata petualang ini memacu adrenalin, namun ia juga tak melepaskan trend wisata menjadi spot Instagramble. Media sosial menjadi curahan peserta manakala pengalaman pribadi dan kelompoknya patut diunjukkan dan ini menjadi modal promosi gratis.

Menurut informasi jalur kaki Gunung Guntur merupakan tanah milik pemerintah daerah dan pemilik lainnya. Tapi bukan kawasan konservasi. Diatas tanah milik Pemkab Garut yang tiga hektarenya dihibahkan ke Brimob Polda Jabar. Juga ada tanah kepunyaan warga dan BUMDes Pasawahan.

Menurut driver Jeep Adang, nantinya di kaki Gunung Guntur di rest area peserta akan akan ada suguhan kopi terkenal yaitu Kopi Kuning khas Garut. Menjelajahi lava gunung Guntur menggunakan jeep menambah kesan tersendiri. Apalagi track sejauh 5 kilometer itu benar-benar masih alami.

Semakin menantang manakala batu-batu bekas lahar panas Gunung Guntur yang telah membeku dibiarkan memenuhi badan lintasan. Tentu saja semakin membuat aliran darah berdesir kencang mengaliri seluruh tubuh.

Tawa riang diselimuti guncangan Jeep membuat peserta menikmati benar healing di kota Garut ini . Emosi jiwa dan perasaan takut Jeepnya selip campur baur dengan keceriaan rombongan jeep yang beriringan menyusuri jalan dengan sesekali membelok tajam. Untunglah cuaca mendung mendukung petualangan warga Lansia RW 06. Kata Driver katanya sih, lebih enjoy dan penuh sensasi kalau setelah hujan atau diiringi hujan karena track jadi licin dan lebih menantang. Wow…

Dari segi atraksi, amenitas dan aksesibilitas, potensi wisata ini sudah memenuhi ketiga unsur pariwisata . Tinggal sekarang bagaimana Pemkab Garut meningkatkan dalam level nasional bahkan internasional.

Wisata petualangan ini menambah khasanah atraksi wisata di Kabupaten Garut. Tentu diferensiasi ini menjadi kekuatan tersendiri untuk semakin mengembangkan pariwisata di Garut. Sebagai destinasi yang terbilang baru, namun ia memiliki atraksi dan pasarnya tersendiri.

Dari informasi di lapangan terdapat variasi track yang dapat dipilih wisatawan lokal atau luar daerah manakala ingin menjajal off road gunung Guntur .Variasi track meliputi Gunung Guntur, Hutan Pinus Cirorek atau trek Curug Cihanyawar . Paket yang ditawarkan 3 (tiga) jenis paket off road di Garut yaitu Lava Gunung Guntur dengan durasi 2-3 jam, Hutan Pinus Cirorek dengan durasi 3-4 jam dan Curug Cihanyawar dengan durasi 3-4 jam.

Tentang biaya rata-rata perpaket sesuai track yang dipilih sebagai gambaran untuk track gunung Guntur karena durasi pendek dan jarak tempuh hanya lima kilometer pulang pergi dikenakan Rp 600 ribu permobil isi 4 penumpang atau perorang dikenakan Rp 150 ribu.

Selamat mencoba off road di kaki Gunung Guntur…..

*Penulis Dede Supriatna warga RT 04 RW 06, Kelurahan Batununggal, Kota Bandung

 

Pos terkait