Harga Cabai Rawit Merah Berangsur-angsur Turun, di Petani Lembang Rp40 Ribu Per Kilogram

Harga cabai rawit merah di tingkat petani Lembang, KBB sempat menembus Rp80 ribu perkilogram, kini di pertengahan Januari 2025 turun menjadi Rp40 ribu.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Petani cabai rawit merah atau rawit domba sempat mendapatkan keuntungan lebih  selama satu bulan terakhir. Pada Desember 2024 lalu, di tingkat petani Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat menembus Rp80 ribu per kilogram.

Namun memasuki pertengahan Januari 2025, harga cabai rawit merah turun 50 persen di tingkat petani.

“Sekarang harganya turun menjadi Rp40 ribu per kilogram,” kata Anda Tohaman, petani cabai asal Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB, Minggu (19/1/2025).

Ia menduga penurunan harga cabai rawit merah dipengaruhi melimpahnya hasil panen dari berbagai daerah yang masuk ke pasar.

“Kenaikan harga cabai rawit merah mulai terjadi pada Desember 2024. Awalnya, Rp 20 ribu kemudian naik jadi Rp 48 ribu. Naik kembali Rp 68 ribu, terus naik lagi Rp 72 ribu. Dan hari ini bandar menghargai Rp40 ribu per kilogram,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga yang terjadi sekarang ini dipengaruhi cuaca yang tidak mendukung sehingga menyebabkan banyak tanaman terserang penyakit. Alhasil panen menurun drastis.

“Penyakit yang biasa menyerang cabai adalah busuk akar dan batang, daun menguning serta hama patek,” ujarnya.

Menurutnya, harga yang tinggi tak serta merta memberikan keuntungan berlipat bagi petani. Dirinya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk obat-obatan, pestisida, dan lainnya.

“Saya harus mengeluarkan biaya membeli pestisida untuk mencegah penyakit tanaman dan ongkos pekerja. Beli obatnya saja Rp250 ribu untuk sekali penyemprotan, belum dipotong biaya buruh untuk satu orang Rp 80.000,” tuturnya.

Lebih jauh diungkapkannya, saat ini ia menanam sekitar 12 ribu pohon cabai. Jika tidak terserang hama penyakit bisa menghasilkan 60 kilogram dalam sekali panen.

“Supaya hasilnya maksimal, perawatan tetap harus dilakukan rutin setiap hari terlebih faktor cuaca yang tak menentu seperti sekarang ini,” tandasnya.*