SATUMEDIA.ID – Indonesia memiliki 16 terowongan kereta api yang tersebar di daerah Jawa dan Sumatera. Hingga kini, terowongan-terowongan tersebut masih aktif dilintasi kereta api.
Terowongan itu memiliki nilai sejarah tinggi karena dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Hebatnya lagi, terowongan warisan masa lalu itu hingga kini masih berdiri kokoh, tak lekang termakan zaman.
Berdasarkan data yang diperoleh dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), dari total 16 terowongan bersejarah yang dimiliki KAI, berikut adalah 5 terowongan terpanjang:
1. Terowongan Sasaksaat (950 meter) di Daop 2 Bandung.
2. Terowongan Karangkates 2 (892 meter) di Daop 8 Surabaya.
3. Terowongan Lubuk Kalam (828 meter) di Divre II Sumatera Barat.
4. Terowongan Mrawan (690 meter) di Daop 9 Jember.
5. Terowongan Lampegan (680 meter) di Daop 2 Bandung
Sementara 11 terowongan lainnya adalah Notog, Kebasen 1, Kebasen 2, Ijo di Daop 5 Purwokerto; Kadipiro 1 dan Kadipiro 2 di Daop 6 Yogyakarta; Karangkates 1 di Daop 8 Surabaya; Garahan di Daop 9 Jember; serta Gunung Gajah, Tebing Tinggi di Divre III Palembang, dan Pidada di Divre IV Tanjungkarang.
Dilihat dari panjangnya, jelas Terowongan Sasaksaat yang terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menjadi yang terpanjang di Indonesia.
Dilansir dari laman heritage.kai.id, Terowongan Sasaksaat dibangun tahun 1902 oleh Perusahaan Kereta Api Negara, Staatsspoorwegen (SS).
Terowongan ini dibuat dengan membelah perbukitan Cidepong antara Stasiun Maswati dan Stasiun Sasaksaat di KM 143+144.
Informasinya pembangunan Terowongan Sasaksaat memakan banyak korban jiwa, dilakukan tanpa henti siang dan malam. Melibatkan tenaga kerja orang pribumi, Cina, Eropa.
Orang Pribumi dan China kebanyakan bekerja sebagai kuli. Sementara orang Eropa bertindak sebagai kepala cabang, mandor pekerja, pemborong, dan teknisi.
KAI terus berkomitmen menjaga dan merawat infrastruktur perkeretaapian untuk mendukung keselamatan dan efisiensi operasional. .
“Selain menjaga infastruktur terowongan, KAI juga terus berupaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dengan melakukan serangkaian penggantian material pada prasarana jalan rel sepanjang tahun 2024. Hingga akhir tahun, KAI melakukan penggantian rel baru sepanjang 495.562 meter, memasang 24.007 batang bantalan sintetis untuk memperkuat infrastruktur rel, serta menambah balas sebanyak 251.565 m³ dan mengganti 210 unit wesel baru,” kata Vice President Public Relations KAI, Anne Purba dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, KAI terus meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur demi kenyamanan dan keselamatan para pelanggan. Langkah-langkah ini dilakukan sebagai upaya KAI menggerakkan transportasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Program perawatan dan peningkatan keandalan prasarana dilakukan dengan mematuhi standar keselamatan yang ketat dan prosedur operasi yang teruji. Langkah ini mendukung upaya KAI meningkatkan frekuensi perjalanan, percepatan kecepatan kereta api, serta on-time performance,” jelas Anne.
Tidak hanya dari prasarana, dari segi sarana KAI juga melakukan investasi strategis untuk menghadirkan layanan modern. KAI bekerja sama dengan PT INKA untuk pengadaan 612 kereta baru Stainless Steel New Generation (SSNG) yang dilakukan secara bertahap hingga tahun 2027. Setiap unit kereta baru ini melalui serangkaian uji coba dan evaluasi menyeluruh sebelum melayani penumpang.
“Uji coba ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh sarana yang baru datang memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan tinggi. Ini adalah bagian dari sejarah penting KAI dalam investasi terbesar untuk menggantikan sarana lama dengan yang baru,” tambah Anne.
Ia menegaskan KAI senantiasa berkomitmen menjaga dan meningkatkan keandalan prasarana serta sarana untuk menghadirkan layanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat.
“Melalui program perawatan berkala dan penggantian material infrastruktur yang berstandar tinggi, KAI memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api berlangsung lancar dan sesuai dengan prinsip keselamatan. Langkah ini merupakan upaya KAI untuk mendukung transportasi berkelanjutan yang menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.*



