Jalan Braga versi Kota Cimahi Rusak

Jalan yang berada di kawasan Alun -alun Kota Cimahi mulai rusak.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Jalan di kawasan Alun-alun Kota Cimahi yang baru selesai direvitalisasi pada Desember 2024, beberapa bagiannya mulai mengalami kerusakan.

Padahal jalan dengan anggaran Rp5,2 miliar yang tersusun dari batuan andesit tersebut belum diresmikan. Diketahui, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi melakukan revitalisasi tiga ruas jalan pada tahun 2024, yakni Jalan Ria, Jalan Kaum, dan Jalan Sekolahan.

Namun dari hasil pantauan di lapangan, ada beberapa batu andesit yang terlepas dan belah. Diperkirakan tak kuat menahan beban berat kendaraan.

Pasalnya, selain banyak dilalui kendaraan roda empat, bagian sampingnya dijadikan tempat parkir kendaraan roda empat. Terbukti ada bagian badan jalan yang amblas.

Salah seorang warga, Agus Hermansyah (29) warga Baros, Kota Cimahi, menyayangkan mulai rusaknya badan jalan di sekitar Alun-alun Kota Cimahi. Ia menduga tak kuat menahan beban kendaraan yang melintas dan terparkir di sana.

“Baiknya mobil tidak boleh lewat terutama yang di depan gedung DPRD Kota Cimahi, paling motor atau sepeda yang diizinkan melintas di sana. Apalagi ada yang parkir di sana, makanya ada beberapa badan jalan yang turun,” kata Agus Hermansyah, Senin (10/2/2025).

Ia memperkirakan jika tidak dilakukan pembatasan bakal mempercepat kerusakan. Padahal anggaran yang dikeluarkan Pemkot Cimahi miliaran rupiah.

“Selama mobil dibiarkan lewat, biaya pemeliharaannya akan tinggi,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah tak memungkiri batu andesit yang digunakan untuk melapisi jalan sudah banyak yang terbelah.

“Seharusnya jalan tersebut tak boleh dilintasi kendaraan seperti konsep yang diinginkan oleh Pj Wali Kota Cimahi sebelumnya.Tapi faktanya berbeda dengan yang terjadi di lapangan,” ungkapnya.

Akibat sering dilewati kendaraan roda empat, batu-batu andesit yang sudah tertata sebelumnya kini sudah tak rapat lagi, antara satu batu dengan batu lainnya sudah renggang.

“Konstruksi batuan andesit di jalan itu jadi tidak sempurna lagi. Adapun nanti ke depannya akan ada pemeliharaan, tapi tidak dalam waktu dekat ini,” kata Wilman.

Wilman mengakui, Jalan Alun-alun Cimahi itu juga kerap dilintasi kendaraan roda empat dari berbagai arah. Bahkan, kawasan jalan tersebut juga kerap dipenuhi kendaraan parkir pengunjung.

“Ada juga kendaraan yang parkir dari pagi sampai malam. Belum lagi PKL di sepanjang jalan,” sebutnya.

Menurutnya, ruas jalan tersebut memang harus bebas dari kendaraan. Namun, pihaknya tak bisa serta-merta melakukan upaya tersebut lantaran pihaknya harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian.

“Konsepnya bebas dari kendaraan, tapi kami harus koordinasi dahulu dengan Dishub dan kepolisian,” ujarnya.*

Pos terkait