Pemkot Cimahi Bakal Bangun Monumen Tragedi Longsor TPA Leuwigajah

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira mengatakan Pemerintah Kota Cimahi akan membuat monumen peringatan peristiwa longsor sampah TPA Leuwigajah.

“Insyallah kami akan membangun monumen, tetapi saya ingin tidak hanya sekadar monumen saja, dan akhirnya kesannya angker. Kita akan buatkan konsepnya dulu seperti apa dan dimana lokasinya,” kata Adhitia.

Di kesempatan yang sama, Adhitia mengatakan selain peringatan HPSN, pada 21 Februari 2025 ini pihaknya mencanangkan kawasan Cireundeu menjadi kawasan konservasi.

“Sekaligus pada momen peringatan HPSN ini kita canangkan bahwa kawasan Cireundeu menjadi kawasan konservasi adat budaya dan lingkungan,” kata Adhitia.

Peringatan HPSN, kata Adhitia, jangan cuma menjadi seremoni belaka. Namun mesti menumbuhkan kesadaran mengenai keserakahan dan kelalaian manusia dalam pengelolaan sampah dan lingkungan.

“Peristiwa 2005 lalu itu bukti keserakahan manusia, yaitu dalam hal pengelolaan sampah. Jangan sampai itu terjadi lagi di wilayah yang lain. Seperti misalnya sekarang Sarimukti ada di Bandung Barat, jangan sampai KBB menjadi korban seperti Cimahi di tahun 2005,” kata Adhitia usai mengikuti prosesi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang ke 20 di Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Jumat (21/2/2025).

HPSN diperingati setiap tanggal 21 Februari, sejak ditetapkan pada tahun 2005 silam. Memperingati peristiwa longsornya TPA Leuwigajah yang menewaskan 157 orang.

Di hadapan warga yang menghadiri upacara peringatan HPSN, Adhitia menjawab berbagai keluhan atau aspirasi dari masyarakat.

“Tadi ada beberapa warga yang menyampaikan keluh kesahnya, salah satunya berkaitan dengan kurangnya perhatian pemerintah Cimahi selama ini dalam memperingati HPSN,” sebutnya

Adhitia juga mencanangkan kawasan Cireundeu menjadi kawasan konservasi. “Momen peringatan HPSN ini kita canangkan bahwa kawasan Cireundeu menjadi kawasan konservasi adat budaya dan lingkungan,” tandasnya.

Sementara itu, terkait dengan peringatan HPSN, Wakil Wali Kota Cimahi ini mengingatkan jangan cuma menjadi seremoni belaka. Akan tetapi harus mampu menumbuhkan kesadaran mengenai keserakahan dan kelalaian manusia dalam pengelolaan sampah dan lingkungan.

“Peristiwa 2005 lalu itu jangan sampai terulang kembali. Yok mari sama-sama perbaiki tata kelola penanganan sampah,” tukasnya.*