SATUMEDIA.ID – Donasi untuk masyarakat Palestina dari kegiatan Tunas Al-Quds 9 di Nurul Fikri Boarding School Lembang, Kabupaten Bandung Barat terhimpun sebesar Rp579 juta ditambah 371 dollar. Tak hanya berupa uang, donasi juga berupa perhiasan senilai puluhan juta rupiah.
Kegiatan Tunas Al-Quds merupakan agenda tahunan yang diikuti peserta yang mencapai 1.700 orang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Rakyat Palestina membutuhkan bantuan untuk mewujudkan kemerdekaannya maka dibutuhkan wujud nyata dan kontribusi masyarakat Indonesia sehingga Tunas Al-Quds 9 mengadakan Konser Amal Palestina,” kata Kepala Sekolah SMP Nurul Fikri Boarding School Lembang, Zaenal Muttaqin, Minggu (23/2/2025).
Pada kesempatan itu, sempat ditayangkan pula penderitaan kejahatan perang oleh Israel yang sebagian besar korbannya adalah anak-anak dan kaum perempuan.
Menurutnya, Tunas Al-Quds 9 dan Konser Amal Palestina menjadi bagian dari cita-cita bersama untuk membantu rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaan tanpa ada lagi pertumpahan darah.
Dikatakannya, kemerdekaan suatu negara adalah milik seluruh umat manusia maka semua wajib memperjuangkan dengan berbagai cara. Adapun kontribusi yang dilakukan di Nurul Fikri yaitu dengan penggalangan dana serta mendoakan yang terbaik untuk rakyat Palestina.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menginspirasi bagi semua khusunya untuk generasi muda sebagai penerus di masa yang akan datang,” jelasnya.
Di tempat yang sama, aktivis kemanusiaan sekaligus Pembina Nusantara Palestina Center, Abdillah Onim pernah menjadi saksi hidup kekejaman Zionis Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Ia mengungkapkan, masyarakat di sana sudah bisa beraktivitas biasa meskipun sebagian besar bangunan dan rumah rakyat Gaza telah hancur.
Meski saat ini tengah diberlakukan gencatan senjata, namun rakyat di Gaza Palestina masih diliputi ketakutan
“Jangan percaya dengan genjatan senjata, karena itu merupakan bagian dari taktik zionis Israel dan Amerika sebab tank-tank belum keluar dari Gaza, bahkan pembunuhan masih terjadi terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza,” kata Abdillah Onim.
Ia mengungkapkan, kekejian zionis Israel belum berhenti, masih banyak korban yang dibuang ke laut, dibiarkan di perkebunan milik warga, dan jumlahnya belum terhitung. Belum lagi para pasien yang mengantri, krisis obat-obatan di rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia itu lebih dari 100 ribu warga Gaza dan 10 ribu yang tercatat. Jadi tentunya membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia.
Terkait dukungan dari masyarakat Indonesia, dia menyatakan, sangat diharapkan rakyat Palestina mengingat Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia.
“Jika situasinya sudah normal, Insya Allah saya bersama anak dan istri akan kembali ke Gaza untuk membantu membangun lagi sekolah karena sudah hancur dilindas tank Israel,” pungkasnya.*