SATUMEDIA.ID – Mobil listrik BYD semakin banyak berseliweran di jalanan Indonesia. Desainnya yang menarik, futuristik membuat orang tertarik.
Jika dilihat dari siapa yang membuat desain mobil BYD barulah kekaguman itu bakalan terjawab. Diketahui, di balik pembuat desain nan menarik itu tak lain adalah Wolfgang Egger.
Dia menjadi kepala desainer otomotif memimpin tim desain kelas dunia yang kreasi otomotifnya menggabungkan inovasi dengan kualitas dan keandalan. Lebih dari 200 desainer dari lebih dari 10 negara termasuk Italia, Spanyol, Swiss, dan Jerman, secara bersamaan bekerja pada desain BYD di berbagai lokasi di seluruh dunia.
Salah satunya desain mobil listrik BYD Dolphin yang mengadopsi konsep desain baru ‘Estetika Laut’. Dikutip dari laman resmi BYD, BYD Dolphin memiliki garis bodi yang canggih, dipadukan dengan garis-garis tajam dan kontur yang mengalir, memproyeksikan desain yang percaya diri dan elegan yang ditopang oleh daya listrik bertenaga. Nikmati kebebasan dengan BYD Dolphin.
Desain lampu depan dan belakang terinspirasi oleh gerakan dinamis lumba-lumba yang melompat keluar dari lautan. Lampu depan LED yang terus-menerus melintang di gril tengah dan desain lampu belakang yang dinamis mengungkapkan nuansa gaya dan teknologi avant-garde.
Desain konsol tengah yang futuristik menciptakan lingkungan berkendara yang modern dan dinamis dengan detail trim logam yang melintang di seluruh dashboard, membentuk permukaan melengkung yang indah dan minimalis.
BYD Dolphin dilengkapi dengan platform baru BYD e-Platform 3.0 yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik murni. Memaksimalkan keunggulan kecerdasan, efisiensi, keamanan, dan estetika, e-Platform 3.0 bertujuan untuk meningkatkan kinerja kendaraan energi baru (NEV) dalam hal keamanan dan jangkauan mengemudi pada suhu rendah serta memperbaiki pengalaman mengemudi cerdas, guna membangun kendaraan listrik cerdas baru yang lebih efisien dan aman.
Saat menjalani uji penetrasi paku, Baterai Blade tidak mengeluarkan asap maupun api setelah tertusuk, dan suhunya hanya mencapai 30 hingga 60°C. Sel-sel Baterai Blade juga lulus uji kondisi ekstrem lainnya, seperti dihancurkan, dibengkokkan, dipanaskan dalam tungku hingga 300°C, dan diisi daya berlebih hingga 260%. Tidak ada dari kondisi ini yang mengakibatkan kebakaran atau ledakan*
