Nike Air Rift ‘Snakeskin’ Rilis Akhir 2025, Dari Kulit Ular Sintetis

Nike Air Rift 'Snakeskin'.(doc. Nike).**

SATUMEDIA.ID – Terinspirasi oleh pelari bertelanjang kaki asal Kenya dan sempat jadi tren di kalangan fashionista Jepang era 1990-an, Nike Air Rift kembali mencuri perhatian. Model ikonik ini tengah naik daun lagi seiring populernya sepatu bergaya tabi dan ballet flats di kalangan perempuan. Setelah versi “Botanical” yang laris manis dan langsung habis di pasaran, Nike kini bersiap merilis edisi spesial lainnya dari siluet pelari unik yang kemudian bertransformasi menjadi sepatu gaya hidup.

Seperti banyak sneaker dari masanya, Air Rift punya kisah desain yang menarik. Desainer Nike, Kip Buck, ingin menghadirkan sensasi berlari seperti pelari legendaris Kenya yang terbiasa tanpa alas kaki. Ia merancang sneaker ringan dan “bernapas” yang memungkinkan pemakainya merasakan pengalaman berlari secara alami. Hasilnya adalah sepatu dengan desain tabi belahan di jari kaki depan dan outsole tangguh yang terinspirasi dari bentang alam Great Rift Valley di Kenya.

Meski tak terlalu populer di dunia atletik, model ini justru melejit sebagai sepatu gaya hidup di Jepang sebelum akhirnya mendunia. Puncaknya, Air Rift tampil dalam kolaborasi dengan Halle Berry pada seri Nike Artist Series tahun 2004. Sejak itu, popularitasnya mengalami naik-turun, dan kini sneaker ini kembali berada di masa keemasan.

Edisi terbaru ini tampil dengan sentuhan faux snakeskin, menghadirkan tekstur kulit ular sintetis yang membalut bagian toe box dan panel samping utama. Dua varian warna disiapkan: abu-abu “Photon Dust” dan merah menyala.

Nike Air Rift “Snakeskin” akan dirilis dalam ukuran khusus wanita pada musim liburan akhir tahun 2025, dengan harga ritel USD 140 atau sekitar Rp2,3 juta.*

Pos terkait