Raih Surga dengan Merawat Orang Tua oleh Dede Supriatna

Dede Supriatna Alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Merawat orang tua atau birrul walidain merupakan amalan yang utama. Hukumnya fardhu ain dan amalan ini merupakan hak orang tua atas anak-anaknya. Orang tua, apalagi jika sudah sepuh, merupakan gerbang untuk masuk ke dalam surga.

Rasulullah SAW bersabda: ”Celaka seseorang itu (diulang tiga kali). Sahabat bertanya: siapa yang celaka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: orang yang mendapati salah satu orang tuanya atau dua-duanya dalam keadaan tua, kemudian (anak tersebut) tidak masuk surga.” (HR Muslim).

Berbakti kepada orang tua merupakan sebuah keharusan bagi anak. Sebagai umat Islam, Al-Quran memerintahkan orang-orang Muslim untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firman Allah SWT : “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”. (QS Al-Isra: 23).

Penulis Orami mengatakan, merawat orang tua hingga sudah sepuh merupakan sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Keutamaan berbakti kepada orang tua menurut sebagian ulama merupakan amalan yang dapat menggugurkan dosa-dosa besar.

Oleh karena itu, orang yang diberi hidayah oleh Allah SWT untuk berbakti kepada orang tua seakan mendapat ghanimah atau harta yang sangat besar. Keberhasilan berbakti kepada orang tua tergantung kepada ketelatenan dan kesabaran seseorang.

Semakin tua usia orang tua, maka harus semakin telaten dan sabar dalam menghadapinya. Banyak tantangan yang dihadapi merawat orang tua yang sudah sepuh. Mereka cenderung berperilaku seperti anak-anak, perlu perhatian dan empati.

Kuncinya harus sabar dan telaten. Suatu ketika, seorang sahabat bernama Jahimah pernah datang kepada Nabi dan berkata: “Ya Rasulullah aku ingin ikut perang dan aku datang kepadamu untuk meminta saran.”Rasulullah pun bertanya: “Apakah kamu masih mempunyai ibu?”.Dia menjawab: “Ya, masih.”Maka beliau bersabda, “Kalau begitu, temanilah ia, karena surga itu terletak di kedua kakinya.” (HR Ahmad).

Dalam surah Luqman ayat 14, perintah bersyukur kepada Allah SWT pun disandingkan dengan perintah bersyukur kepada kedua orangtua. “ Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orangtuamu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” Artinya, siapa bersyukur kepada Allah SWT tetapi dia tidak bersyukur kepada kedua orangtua, niscaya syukurnya tidak pernah diterima.

Sesungguhnya, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Keridaan Allah ada pada keridaan orangtua, dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orangtua.” (HR Bukhari, at-Tirmidzi dan al-Hakim). Selanjutnya dalam hadist yang lain “Orang tua adalah pintu surga paling tengah, terserah kamu ingin merawat pintu tersebut atau tidak.” (HR At-Tirmidzi).

Meskipun terdapat ungkapan seolah dapat memilih antara berbakti atau tidak berbakti, perlu dipahami bahwa kata ‘terserah’ dalam ungkapan tersebut adalah sindiran kepada seorang anak supaya merawat orang tua dan berbuat baik kepada mereka agar dapat masuk surga.

Muhammad Fuad Abdul Baqi menjelaskan makna ‘pintu paling tengah’ dalam hadits tersebut maksudnya adalah pintu yang terbaik, di mana seorang anak tidak perlu menyia-nyiakan kesempatan untuk meraih surga dengan merawat kedua orang tuanya.

Apabila kita rinci banyak kebaikan dari berbuat baik kepada orangtua , terkhusus saat mereka telah sepuh. Dengan demikian, lelahnya kita mengurus mereka, tidak sebanding dengan besarnya pahala yang telah Allah SWT siapkan untuk kita. Mengurus orangtua itu sebentar, tapi surga yang disiapkan Allah SWT kekal abadi.

Mohonlah kepada Allah SWT agar kita diberi kesabaran, sikap lapang dada, dan kekuatan untuk bisa mengurus orangtua dengan sebaik-baiknya. Dia yang telah menitipkan pengurusan orangtua kepada kita. Maka, mintalah petunjuk dan bimbingannya agar kita bisa menunaikan amanah itu dengan sebaik-baiknya. Kenanglah jasa baik mereka kepada kita.

Sungguh, kebaikan yang kita berikan, tidak akan sanggup menandingi kebaikan mereka kepada kita. Orang tua banting tulang membesarkan dan mendidik anaknya. Semakin kita kenang kebaikannya, semakin ikhlas pula kita dalam berbakti kepadanya. Apa yang anak hadapi adalah bagian dari skenario Allah SWT untuk mengangkat derajat kita.

Allah SWT menguji batas kesabaran kita dengan orangtua yang sudah sepuh . Apabila bisa sabar, Allah SWT sudah siapkan balasan terbaik. Menurut Gus Baha , merawat orang tua di usia senja, merupakan salah satu bentuk bakti seorang anak terhadap orang tua yang sudah  rela menghabiskan waktunya untuk merawat dan membesarkan anak – anaknya.

Bukan itu saja, Allah SWT juga akan menjanjikan amalan surga bagi seorang anak yang dengan sabar dan ikhlas merawat orang tua yang sudah lanjut usia. Namanya merawat orang tua itu ibadah. Ingatlah saat orang tua kita dulu merawat kita dengan penuh kasih sayang serta memberikan seluruh harta dan tenaganya hanya untuk anak–anaknya.*

*Penulis Alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan Lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM