SATUMEDIA.ID – Menurut bahasa salat artinya adalah berdoa, sedangkan menurut istilah salat adalah suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan persyaratan yang ada.
Salat dan doa merupakan dua bentuk ibadah yang memiliki posisi penting dalam Islam. Keduanya menjadi sarana utama seorang hamba dalam menjalin hubungan dengan Allah SWT. Banyak yang menganggap bahwa keduanya adalah sinonim atau bahkan bentuk ibadah yang sama.
Padahal, secara terminologi maupun syar’i, salat dan doa memiliki karakteristik dan tuntunan yang berbeda. Keduanya memiliki fungsi spiritual yang mendalam dan menjadi sarana komunikasi utama seorang hamba kepada Tuhannya. Meskipun memiliki titik temu dalam aspek ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT, namun salat dan doa berbeda dalam hal hukum, bentuk, waktu, dan tata cara pelaksanaannya.
Salat memiliki struktur yang baku, diwajibkan lima waktu sehari semalam, dan merupakan rukun Islam yang tidak boleh ditinggalkan. Doa, di sisi lain, bersifat lebih fleksibel, dapat dilakukan kapan saja dan dalam bentuk apa pun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan seorang muslim.
Namun, keduanya sama-sama mengajarkan nilai ketundukan, keikhlasan, dan harapan kepada Allah SWT sebagai Rabb yang Maha Mendengar dan Maha Pengabul Doa. Istilah “Salat adalah tiang agama” mungkin akan tampak lebih familiar dibanding istilah “Do’a adalah tiang agama”.
Pada intinya, salat adalah doa. Namun di situlah Allah SWT bekerja. Sebab, sejatinya Allah SWT sedang melebihkan rahmat-Nya. Sesungguhnya, selemah-lemahnya manusia adalah manusia yang lemah berdoa. Kita akan terlihat berbeda dengan orang-orang yang memiliki power ketika kita punya doa. Walaupun berdoa merupakan skenario Allah SWT , tetapi kita tetap waspada dalam melakukannya. Jangan sampai hidup kita ini didedikasikan dengan ibadah, akan tetapi hasilnya menyeleweng karena doa yang kita panjatkan berisikan seputar dunia semata.
Ibadah akan selalu menjadi tujuan hidup, karena ibadah merupakan doa. Seperti diungkapkan di awal, bahwa salat diartikan sebagai doa, karena salat mengandung banyak permohonan dari seseorang hamba. Sesuai firman Allah SWT : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu ( Al Baqarah : 45).
Adapun salat secara istilah disepakati para ulama sebagai ibadah yang terdiri dari serangkaian perbuatan dan perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta dilakukan dengan niat dan memenuhi syarat-syarat tertentu.
Dalam surat Ibrahim ayat 31, Allah SWT berfirman : Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.
Juga dalam Surat Al Hajj Ayat 77, Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Selain itu dalam surat Al Baqarah ayat 238 , Allah SWT berfirman : Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.
Mari kita telusuri satu persatu bukti bahwa pada saat salat sudah terkandung doa kepada Allah SWT. Sebelum membaca surat Al-Fatihah disunahkan untuk membaca ta’audz atau isti’adzah yakni memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan. Pada saat membaca surat Al-Fatihah sebagai rukun salat yang harus dilakukan dan tersurat pada ayat enam dan tujuh. Ayat 6 : ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm artinya tunjukilah kami jalan yang lurus.
Ini adalah doa yang tulus meminta petunjuk dari Allah SWT agar selalu diberikan petunjuk untuk jalan hidup yang benar yaitu Islam. Doa ini memohon agar Allah SWT terus membimbing kita hingga mencapai Ridha-NYA dan memasuki surga-NYA. Pada ayat 7 : ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn artinya jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Doa ayat ini mengajarkan kita untuk selalu memohon kepada Allah SWT agar dibimbing di jalan orang-orang yang mendapat Rahmat-NYA seperti para nabi, orang-orang jujur, syuhada dan orang saleh. Doa ini juga memohon perlindungan dari jalan yang membawa kepada kemurkaan dan kesesatan yakni jalan orang -orang yang menolak kebenaran atau menyimpang dari yang benar.
Selanjutnya membaca doa iftitah misalnya Allohumma baa’id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa’adta baunal masyriqi wal magribi…..saat membaca iftitah ini ada tiga permohonan besar ,bukan hanya dosa yang dihindari tapi juga tempat ,waktu dan semua jalan menuju dosa. Sebab semakin dekat ,semakin besar godaan itu akan menjerat. Hati kita ibarat kain putih .Fitrah yang suci. Sekecil apapun noda dosa, harusnya membuat kita malu-lebih malu lagi dihadapan Allah SWT daripada dihadapan manusia. Ini adalah ajakan untuk bertobat ,menjaga kesucian hati, dan tidak membiarkannya ternoda. Kita memohon kepada Allah SWT bukan hanya menghapus dosa, tapi juga menghapus efek buruk yang ditinggalkan dosa yaitu kesempitan hati, gelapnya jiwa, musibah dunia dan azab akhirat. Dosa itu seperti api, jika tidak segera dipadamkan, bisa membakar diri kita dan orang-orang di sekitar kita.
Membaca doa I’tidal, saat bangkit dari rukuk, samii aloohu liman hamidah ….Allah SWT maha mendengar orang yang memujinya. Setelah berdiri membaca Rabbanaa wa lakal hamdu yang artinya Rabb kami, bagi-Mu segala puji ( HR Al-Bukhari). Maknanya wahai zat yang menciptakan kami, memberikan kehidupan kepada kami,menjamin rezeki kami dan mengatur alam semesta ini dengan sangat teratur bagi engkaulah segala bentuk pujian
Doa berikutnya saat shalat yakni duduk diantara dua sujud. Pilihan pertama doa yang menghimpun permohonan semua kebaikan dunia akhirat mulai dari rabbighfirlii, ya Allah SWT ampunilah aku. Maknanya ,ya Allah SWT, tutuplah dosaku dan maafkanlah dosaku agar aku selamat dari hukuman atas dosa tersebut, baik hubungan dunia akhirat.
Dengan meminta ampun , seseorang menyelamatkan dirinya dari perkara yang ditakutkan. Warhamni , dan rahmatilah aku. Ya Allah berilah aku Rahmat-MU .Memohon Rahmat kepada Allah SWT ,maknanya meminta berbagai macam anugerah kebaikan kepada-NYA .Dengan meminta Rahmat, seseorang telah mendekatkan dirinya kepada hal yang dia inginkan. Wajburnii, dan cukupkanlah aku. Ini adalah permintaan seorang hamba kepada Allah SWT agar mencukupi hajatnya.
Di antara kandungan maknanya adalah bahwa Allah SWT yang menolong setiap yang lemah ,mencukupkan yang kekurangan dan memudahkan yang ditimpa kesulitan.Warfa’nii, dan angkatlah derajatku.Ini adalah permohonan kepada Allah SWT agar derajat kita ditinggikan , baik ketika di dunia terlebih di akhirat.
Derajat di dunia dengan mendapatkan penerimaan yang baik di Tengah manusia karena ilmu dan amal. Di akhirat dengan ditinggikan derajatnya di surga. Warzuqnii, dan berilah aku rezeki. Ya Allah SWT, berilah aku rezeki untuk melaksanakan perintah-MU , seperti menafkahi anak,istri, keluarga dan fakir miskin.
Ya Allah berilah aku rezeki pada rohku berupa keimanan dan keyakinan yang teguh kepada-MU. Wahdini, dan berilah aku petunjuk. Ya Allah SWT berilah aku hidayah .Hidayah disini adalah hidayah irsyad, yaitu ilmu dan hidayah taufiq yaitu amal. Tanpa ilmu seseorang akan tersesat sedangkan tanpa amal ia akan dimurkai Allah SWT. Wa’aafinii, dan sehatkanlah aku.
Ya Allah SWT, sembuhkanlah aku. Sembuhkan dari penyakit fisik dan juga penyakit hati, seperti hasad,sombong dan lainnya. Sembuhkanlah kami dari penyakit syubhat dan syahwat. Wa’fu ‘annii, dan maafkanlah aku.
Ya Allah SWT, maafkanlah aku dari segala kesalahan .Maafkanlah aku dari segala kekurangan dalam menjalankan ketaatan kepada-MU.
Disunahkan membaca doa sebelum salam yakni Aloohumma innii’auudzu bika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil qori wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min syam syarri fitnatil masiihid -dajjaal, doa di akhir shalat berisi permohonan kepada Allah SWT agar kita dilindungi dari empat perkara yakni azab neraka jahanam, azab kubur, fitnah atau ujian dalam kehidupan dan kematian serta keburukan fitnah dajjal. Doa diakhir salat termasuk doa mustajab.*
*Penulis alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM