SATUMEDIA.ID – Label fesyen kontemporer h./label membuka babak baru dengan memperkenalkan sembilan finalis program h./community & Ambassador pertamanya. Mereka datang dari beragam latar belakang dan negara, mulai dari Indonesia, Amerika Serikat, Spanyol, Filipina, hingga Afrika Selatan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya h./label membangun komunitas yang tidak hanya berbicara soal pakaian, tetapi juga tentang karakter, sudut pandang, dan cara seseorang memaknai fesyen.
Sembilan nama tersebut terpilih melalui open call yang menjadi langkah perdana h./label dalam membentuk komunitasnya. Mereka adalah Ilyas, Muhammed Elsawy, Michelle Fidelia, Hailey Hayoung Yoo, Prishella Pualamsjah, Irina Litvinova, Roumaissa, Galdh Beduya, dan Helena Green. Menariknya, h./label tidak menjadikan jumlah pengikut atau popularitas sebagai ukuran utama, melainkan mencari sosok yang memiliki ketertarikan kreatif serta perspektif yang sejalan dengan nilai-nilai brand.
“h./community bukan soal mencari orang dengan follower terbanyak, tapi orang-orang yang benar-benar terhubung dengan cara kami melihat dunia — tenang, sederhana, dan penuh maksud. Sembilan finalis ini merepresentasikan hal itu: mereka datang dari latar belakang yang berbeda, tapi punya kepekaan yang sama terhadap detail dan makna,” ujar Founder & Creative Director h./label, Tomy Romy.
Salah satu finalis, Helena Green, menggambarkan h./label sebagai sesuatu yang “modern, tenang, effortless, mewah yang minimalis, nyaman & mudah dikenakan.” Bagi h./label, pandangan tersebut sejalan dengan filosofi “Beyond Presentation”, yakni gagasan bahwa sebuah busana seharusnya tidak berhenti sebagai sesuatu yang dipamerkan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan orang yang mengenakannya. Berdiri di Bali sejak 2025, h./label mengembangkan busana kontemporer melalui permainan struktur, proporsi, fungsi, dan kesederhanaan yang terangkum dalam filosofi desain “Engineered Calm”. Lewat h./community, label ini kini mencoba membawa gagasan tersebut lebih jauh dengan menciptakan ruang untuk bertukar pengalaman, kreativitas, dan perspektif tanpa dibatasi oleh jarak geografis.*