SATUMEDIA.ID – Peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga di Indonesia tampaknya semakin besar. Berdasarkan Indonesia Millennial and Gen Z Report (IMGR) 2027 dari ahquote, hampir separuh perempuan yang bekerja kini menjadi pencari nafkah utama atau breadwinner bagi keluarganya. Angka ini menunjukkan perubahan menarik dalam pola ekonomi rumah tangga di tengah semakin beragamnya peran perempuan di dunia kerja.
Data laporan tersebut mencatat 47,65 persen perempuan pencari nafkah bahkan menyumbang hampir seluruh pemasukan keluarganya. Namun, kontribusi tersebut belum selalu terlihat dalam catatan administrasi. Sebanyak 40,77 persen perempuan yang menjadi pencari nafkah utama masih tercatat sebagai “istri” dalam Kartu Keluarga, sehingga status administratif belum sepenuhnya menggambarkan peran ekonomi mereka di dalam keluarga.
Di sisi lain, sebagian besar perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga memilih atau harus bekerja di sektor yang memiliki tingkat kepastian pendapatan lebih rendah. Sekitar 47,53 persen di antaranya menjalankan usaha sendiri di sektor informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa menjadi pencari nafkah utama tidak selalu berarti memiliki pekerjaan dengan penghasilan dan perlindungan kerja yang stabil.
Sementara itu, 7,52 persen lainnya mengandalkan pekerjaan sebagai freelancer dengan pendapatan yang cenderung berubah-ubah. Fenomena tersebut memperlihatkan semakin pentingnya peran ekonomi perempuan dalam keluarga, sekaligus menyoroti tantangan yang mereka hadapi untuk mempertahankan penghasilan di tengah kondisi pekerjaan yang tidak selalu pasti.*