Belajar Cerdas Mengelola Rasa

Ekspresi wajah.(Pixabay).**

SATUMEDIA.ID – Apakah pernah kita berharap terhadap sesuatu tapi dikecewakan oleh seseorang ?

Apakah pernah kita sudah berjuang maksimal tetapi dipatahkan orang lain ?

Apakah pernah kita sudah menyimpan rasa percaya penuh terhadap seseorang tetapi di bohongi ? Dan seterusnya… seterusnya.

Jawabannya pasti semua orang pernah mengalami hal demikian. Rasa sakit, kesal, kecewa, marah, jengkel, dsb merasuki hati kita, akibatnya kita menjadi resah, gelisah, cemas, tidak tenang, tidak nyaman, sulit tidur, tidak selera makan… Mau nya marah-marah, karena kesal.

Tetapi tidak sedikit juga yang bersikap santai, tenang, tidak peduli, atau malah menjadi apatis.

Terkadang hidup kita naik turun, terjadi fluktuasi keimanan, dan hal ini sangat membutuhkan kecerdasan dalam mengelola rasa kita, terutama saat menjelangw kondisi hamil (sebabnya faktor hormon). Namun hal itu bisa diatasi dg kesadaran penuh, bahwa sebagai hamba Allah yang beriman, tidak akan lepas dari gangguan syetan, maka hal itu berhak kita lawan, kendalikan ke *rasa* yang lebih stabil. Jangan mengikuti keinginan syetan yg tahu titik kelemahan seorang wanita.

Kita harus mengenal tipe kepribadian diri kita :
– tipe pasif : diam memendam rasa
– tipe agresif : menyerang di depan
– tipe pasif agresif : menyerang di belakang
– tipe asertif : lugas, bijak dan santun

Ketika terjadi stres, bagaimana sikap kita ?
1. Fight : menghadapi masalah
2. Flight : melarikan diri dari masalah
3. Freeze : diam tidak berdaya dan tidak melakukan apa2, cenderung menutup diri dari dunia, dan rentan mengalami depresi

Manusia sering diuji dengan kondisi yang tidak ideal, kondisi yang diluar ekspektasi. Seperti direndahkan, dipermalukan, diabaikan, ditolak, diperlakukan tidak adil, dikhianati, dan sebagainya.

Hal ini akan berefek menjadi insomnia, psikosomatis, overthinking, cemas berlebih, insecure, tidak dewasa (inner child).

– Hati yang terluka adalah dia yang belum bisa memaknai setiap kejadian yang Allah hadirkan, belum bisa mengambil hikmah dari semua takdir yang terjadi… Yang terasa hanya rasa sakit nya saja.

Apa yang harus kita lakukan supaya bisa pulih dari luka?

1. Bersyukur :
diucapkan dengan lisan (Alhamdulillah), dengan hati (menerima bahwa ini adalah takdir, ketentuan dari Allah), dengan raga*
(melaksanakan ibadah seperti salat, berdoa, mengikuti kajian, dsb).

2. Memaafkan orang lain. Fokus pada setiap kebaikan-kebaikannya bukan pada kekurangan dan kesalahan seseorang.

3. Membahagiakan orang lain, dengan meringankan beban nya dan membantu kesulitan orang lain.

4. Empati kepada sekeliling kita, dengan mendo’akan yang pernah menyakiti kita, senang berbagi kebaikan dan memaafkan kesalahan orang lain.

Buah dari rasa syukur:

1. Selalu bahagia atas nikmat dan takdir Allah

2. Selalu ada ridho Allah, seperti dalam surat Az Zumar (39) : 7

3. Selamat dari azab Allah, seperti dalam surat An Nissa (4) : 147

4. Menjadi pribadi yang tangguh, seperti dalam surat Ibrahim (14) : 24-27

5. Ditambahnya nikmat jika selalu bersyukur, surat Ibrahim (14) : 7

Marilah kita untuk terus berupaya berfikir positif dalam menjalani hidup, karena kebahagiaan itu hanya diri kita yang menciptakan, bukan orang lain !

*Penulis Rulin Irawati pensiunan tenaga pendidik