SATUMEDIA.ID – Akhlak merupakan bagian dari implementasi syariat Islam yaitu sifat dan perilaku yang harus dimiliki setiap muslim guna menyempurnakan pengamalannya terhadap Islam yang menjadi bagian dari perintah dan larangan Allah SWT.
Dalam Islam, akhlak mengacu pada perilaku, sikap, dan moralitas seseorang. Akhlak adalah bagian penting dari ajaran Islam yang melibatkan hubungan antara manusia dengan Allah SWT dan hubungan antara manusia dengan sesama manusia.
Kata akhlak merupakan jama’ kata khuluqun yang mengandung arti perangai, tingkah laku atau tabi’at, yaitu sifat yang telah terbentuk dalam diri manusia tanpa dikehendaki atau tanpa diupayakan .
Secara singkat kata akhlak yang berarti kesopanan dan agama (budi pekerti). Terdapat pula kata akhlakul karimah yang memiliki arti perbuatan mulia lagi terpuji yang diwujudkan dalam bentuk sikap, ucapan, dan perbuatan yang baik sesuai dengan ajaran Islam.
Ada dua sifat dari Akhlak yakni Akhlak Mulia atau Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah atau Karimah) dan Akhlak Buruk atau Tercela (Al-Akhlaqul Mazmumah). Akhlak mulia diantaranya seperti kejujuran, keadilan, keberanian, kasih sayang, kesabaran, dan kerendahan hati. Sedangkan Akhlak Terpuji Islam mengajarkan sejumlah akhlak terpuji yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, berbuat baik kepada orang tua, memuliakan tetangga, berbuat adil, jujur, memaafkan, murah hati, dan menghindari perilaku yang buruk seperti dusta, iri hati, ghibah dan hasad (iri dengki).
Sedangkan akhlak tercela diantaranya musyrik yakni mempersekutukan (meminta / memohon) selain kepada Allah SWT dengan makhluk-Nya. Seperti menyembah berhala pun termasuk dalam hati yang musyrik. Karena ini bertentangan dengan ajaran tauhid. Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar .” (QS. Lukman : ayat 13).
Takabur , contoh lain akhlak tidak baik karena sikap menyombongkan diri dan tidak mengakui kekuasaan Allah SWT di alam ini. Adapun yang menyebabkan seseorang menjadi takabur, salah satunya karena rupa tampan atau cantik, kedudukan jabatan yang tinggi, kekayaan dan lain sebagainya.
Salah satu ayat Allah SWT yang menerangkan ketakaburan manusia: “Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.”(Qs. An-Nahl : 29).
Kedudukan akhlak dalam agama Islam sangat tinggi sekali. Rasulullah SAW bersabda :“Bertaqwa kepada Allah dan berakhlak dengan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah). Juga “Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang-orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).
Selain itu sabda Rasulullah SAW yang lain “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari)
Allah SWT telah mensifati Rasulullah SAW dalam Al-Qur’anul Karim dengan akhlak yang sempurna, akhlak yang agung dan akhlak yang baik. Sesuai firman Allah SWT :“Dan sesungguhnya engkau berada di atas akhlak yang agung.” (QS. Al-Qalam 68).
Sejak dahulu Rasulullah SAW adalah manusia yang paling baik akhlaknya, paling sempurna adabnya, paling baik pergaulannya, dan paling indah muamalahnya.
Beliau adalah contoh bagi seluruh hamba dalam segala akhlak yang baik, segala adab yang indah dan segala muamalah yang baik. Allah SWT berfirman :“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah bagi kalian contoh yang baik bagi orang yang mengharap pertemuan dengan Allah dan hari akhir dan mengingat Allah dengan dzikir yang banyak.” (QS. Al-Ahzab: 21).
Akhlak yang bermanfaat adalah akhlak yang dilakukan seseorang dengan mengharapkan pahala dari Allah SWT agar ia mendapatkan surga dan derajat yang tinggi di akhirat nanti.
Allah SWT berfirman: Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 9).
Adapun orang-orang yang bergaul dengan manusia dengan akhlak yang baik akan tetapi dengan tujuan dunia, dia tidak akan mendapatkan dari dunianya kecuali apa yang telah dituliskan oleh Allah SWT untuknya. Dan dia tidak akan mendapatkan balasan di akhirat.
Bahkan dia akan menemukan hal yang buruk disebabkan dia hanya menginginkan balasan dari orang lain. Karena diantara manusia banyak yang tidak mampu untuk membalas kebaikan bahkan tidak mampu membalas kebaikan dengan kebaikan. Di antara mereka ada yang akhlaknya sangat buruk. Apabila seseorang berbuat baik kepadanya, sebaliknya dia berbuat buruk kepada orang tersebut.
Seorang yang baik adalah orang yang tidak menunggu balasan dari manusia jika dia berbuat baik kepada mereka. Akan tapi dia hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT .
Oleh karena itu hadits-hadits yang menjelaskan atau menganjurkan untuk berakhlak dengan akhlak yang baik menyebutkan balasan akhlak tersebut akan didapatkan pada hari kiamat. Yaitu dengan dimasukkannya ke dalam surga atau mendapatkan derajat yang tinggi di akhirat nanti. Dan semakin baik akhlak seseorang karena ia mengharapkan pahala dari Allah SWT.
Berikut Konsep Akhlak dalam Islam meliputi Taqwa adalah konsep penting dalam Islam yang mengacu pada ketakwaan dan kesalehan. Taqwa melibatkan ketaatan yang dalam kepada Allah SWT , menjauhi perbuatan dosa, dan melakukan perbuatan yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam.
Selanjutnya adalah Ihsan yakni konsep dalam Islam yang mengacu pada kebaikan atau kesempurnaan dalam perilaku dan sikap. Ihsan melibatkan melakukan perbuatan baik dan memberikan yang terbaik dalam segala hal, baik secara lahiriah maupun batiniah.
Selain itu ada Adab yakni konsep dalam Islam yang mengacu pada tata krama, sopan santun, dan etika yang baik. Adab melibatkan perilaku yang baik dalam interaksi sosial, termasuk penghormatan terhadap orang lain, sopan santun dalam ucapan dan tindakan, serta menjaga adab dalam ibadah dan dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep akhlak lainnya yakni Husnul khuluq berarti memiliki akhlak yang baik. Ini mencakup sifat-sifat terpuji seperti kejujuran, keadilan, keberanian, kasih sayang, kesabaran, kerendahan hati, dan banyak lagi. Husnul khuluq adalah sifat-sifat yang dianjurkan dalam Islam dan dianggap sebagai ciri-ciri seorang muslim yang baik.
Islam mengajarkan sejumlah akhlak terpuji yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, berbuat baik kepada orang tua, memuliakan tetangga, berbuat adil, jujur, memaafkan, murah hati, dan menghindari perilaku yang buruk seperti dusta, iri hati, dan hasad (iri dengki).*
*Penulis Dede Supriatna alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM.