Paguyuban Klub Bola Voli Pertanyakan Eksistensi PBVSI KBB, Bob Sofyan: Kepengurusan Tak Jelas!

Ketua Paguyuban Klub Bola Voli KBB, Bob Sofyan.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Sejak Kabupaten Bandung Barat (KBB) berdiri tahun 2007, cabang olahraga bola voli belum pernah menorehkan prestasi membanggakan. Bahkan tak pernah sekalipun lolos babak kualifikasi Porda atau Porprov Jabar.

“Ironis sekali, sejak KBB berdiri belum sekalipun mampu lolos babak kualifikasi Porprov Jabar. Padahal KBB itu memiliki klub dan pemain bola voli sangat banyak,” kata Ketua Paguyuban Klub Bola Voli KBB, Bob Sofyan, Selasa (4/3/2025).

Ia mencontohkan, klub bola voli yang bergabung dengan Paguyuban Klub Bola Voli KBB saja jumlahnya lebih dari 100 klub yang berasal dari 16 kecamatan.

“Ini menunjukan begitu besar potensi bola voli di Bandung Barat. Tapi sayangnya, mutiara-mutiara ini tidak berhasil dipoles karena ada persoalan di induk olahraganya, PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) KBB,” sebutnya.

Bob menyebut, jajaran PBVSI KBB banyak yang mengundurkan diri. Hanya menyisakan ketua dan beberapa orang pengurus. Sementara beberapa pengurus lainnya, termasuk sekretaris, Binpres memilih mundur.

“Sementara bantuan anggaran pembinaan dari Pemkab Bandung Barat terus mengalir. Sayangnya tak mampu dimaksimalkan untuk pembinaan,” ucapnya.

Sekarang, lanjutnya, harus mulai dilakukan seleksi atlet menghadapi babak kualifikasi Porprov Jabar. Sebelumnya harus menyeleksi atlet yang akan dipilih untuk memperkuat tim voli KBB.

“Tentunya untuk memilih atlet terbaik harus melalui kompetisi atau kejuaraan. Bagaimana bisa mengukur kekuatan atlet jika tidak ada tolok ukurnya, yaitu kejuaraan,” tandasnya.

Menurutnya, sekelas Paguyuban Klub Bola Voli KBB saja yang tidak ditunjang dengan bantuan APBD mampu menggelar kejuaraan. Bahkan, ikut tampil di kejurnas seperti di Bogor, Solo, Lampung, dan Banten.

Berdasarkan catatan Satumedia.id,
18 atlet bola voli KBB yang bernaung di bawah bendera Paguyuban Klub Bola Voli KBB terjun pada Kejurnas U-17 di GOR UTP Surakarta, Jawa Tengah pada 21 hingga 27 November 2022.

Namun ironisnya, 18 atlet bola voli potensial itu tidak akan membawa nama KBB dalam ajang bergensi tersebut. Namun akan membawa bendera Tanindo Bengkulu.

“Karena tak ada kejuaraan, kami akhirnya berinisiatif menggelar sendiri. Paguyuban inipun dibentuk oleh para pecinta olahraga bola voli, termasuk klub yang peduli sekaligus prihatin dengan vakumnya kejuaraan yang diselenggarakan PBVSI KBB,” pungkasnya.*