Sepak Bola Modern ‘Tak’ Butuh  Striker Murni?

Fillipo Inzaghi stiker murni Timnas Italia.(Instagram@pippoinzaghi)**

SATUMEDIA.ID – Jika mendengar striker murni pasti yang terbesit di pikiran kita salah satunya adalah legenda timnas Italia Fillipo Inzaghi. Tidak banyak pegang bola tapi menjadi predator jika berada di dalam kotak penalti.

Bagi Inzaghi, tidak perlu banyak sentuhan sebelum menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan. Striker tipikal seperti itu seakan hilang di era sepak bola modern sekarang.

Hilangnya peran striker yang “diam di halte bis” (sebuah istilah untuk striker yang hanya diam di kotak penalti lawan) ini mulai terjadi sejak tahun 2000-an

Pada era itu striker mulai bermunculan yang memiliki kemampuan untuk mengolah bola dan contoh terbaiknya yaitu Ronaldo Nazario atau R9 dari Brazil yang sangat skillfull. Keterlibatan stiker dalam taktik sepak bola mulai diperlukan pada zaman itu, yang mengharuskan striker harus turun ke bawah untuk terlibat dalam skema serangan ataupun bertahan.

Jika kita flashback, Pep Guardiola sewaktu melatih FC Barcelona yang mendulang sejumlah prestasi bisa dijadikan contoh bahwa pemain di posisi no 9 hanya di atas kertas saja. Yang terjadi di lapangan kala itu Messi yang di plot sebagai pemain no 9 tersebut menjadi false nine atau nomor 9 palsu, yang artinya dia diberikan free role untuk bisa bermain naik turun atau bahkan jadi pindah ke sayap kanan-kiri.

Untuk era 2020-an, yang pasti semua orang tahu betapa bahayanya Erling Haaland di kotak penalti. Namun jika kita menyaksikan pergerakan dia selama pertandingan, tak jarang dia harus membantu membangun serangan atau bahkan ikut bertahan.

Semakin berkembangnya zaman yang semakin modern dan sepak bola juga ikut berkembang, mungkin akan sangat sulit mencari striker murni seperti Bierhoff, Fillipo Inzaghi, Patrick Kluivert dan Alan Shearer di era sekarang, yang benar- benar tugasnya berada di kotak penalti sebagai pencetak gol.*