Manchester United Masih Tertidur

Ruben Amorim, pelatih Manchester United.(instagram @manchesterunited).**

SATUMEDIA.ID- Manchester United klub asal kota Manchester, Inggris yang mempunyai sejarah panjang dalam persepakbolaan di Britania Raya bahkan Dunia sekalipun masih belum bisa lepas dari bayang – bayang keterpurukan. Sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan klub berjuluk setan merah tersebut pada tahun 2013, klub ini terus mengalami keterpurukan yang berkepanjangan.

Nama-nama beken suksesor SAF (Sir Alex Ferguson) didatangkan manajemen MU mulai dari David Moyes yang ditunjuk langsung oleh Fergie, Louis Van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solksjaer, Erik Ten Haag dan sekarang giliran Ruben Amorim yang dipercaya menukangi The Reds Devil sejak pertengahan musim lalu.

Dari nama-nama yang pelatih MU tersebut, mungkin hanya Jose Mourinho yang sukses dengan raihan mini treble winners pada tahun 2016 yaitu menjuarai piala liga, piala FA, dan piala Eropa. Mungkin Ten Haag bisa masuk kedalam pelatih yang sukses dengan MU karena menorehkan piala liga dan piala FA, tetapi secara performa masih jauh dari zaman SAF dulu.

Cristiano Ronaldo pun sempat kembali merumput di Old Trafford pada periode 2022-2024 namun tidak juga mengembalikan kejayaan MU seperti dahulu. Seperti yang kita ketahui juga umur CR7 saat kembali sudah tidak muda lagi dan klub sebesar MU sangat tidak layak untuk mengandalkan CR7 seorang.

Sejak pertengahan musim lalu, Ruben Amorim didatangkan MU dalam misi menyelamatkan tim ini dari dasar klasemen. Namun apa boleh buat, klub yang telah memenangi 3 piala UCL ini hanya bisa finish di posisi ke 15 liga Inggris musim lalu dan kalah di final piala Eropa melawan Tottenham Hotspurs.

Banyaknya masalah internal di tim seperti yang diberitakan media Inggris dan tidak adanya sosok leader di lapangan dipercaya menjadi penyebab kehancuran MU. Sosok kapten seperti Roy Keane dan Eric Cantona sangat dibutuhkan tim ini untuk segera bangkit dari keterpurukan.

Musim 2025-2026 memang baru dimulai, tetapi hasil minor masih menghantui MU. Dari pertandingan pertama liga Inggris yang dikalahkan di kandang sendiri 0-1 oleh Arsenal sampai hasil imbang menghadapi Fulham pekan lalu yang berakhir 1-1. Yang terbaru, mereka harus takluk oleh tim kasta keempat liga Inggris Grimsby Town lewat drama adu pinalti 12-11. Dari cara bermain pun sangat terlihat tidak adanya fighting spirit atau daya juang dari para pemain.

Skema 3-4-3 yang diterapkan Amorim semenjak menjabat sebagai pelatih MU tidak cocok dengan para pemainnya, faktanya memang para pemain kesulitan untuk beradaptasi dengan taktik ini. Seharusnya Ruben Amorim ini mampu beradaptasi dengan kapasitas timnya, bukan memaksakan taktik 3-4-3 yang terbukti gagal dijalankan oleh anak asuhnya.*

Pos terkait