SATUMEDIA.ID- Para pemain sepakbola dari Argentina selalu menunjukan totalitasnya dalam didalam lapangan, tak jarang pertikaian pun terjadi akibat dari totalitas yang mereka tunjukkan. Salah satu contoh mungkin pembaca ingat ketika perempat final Piala Dunia 2022 lalu dimana Leandro Paredes terlibat konflik dengan para pemain timnas Belanda akibat ulahnya yang sengaja menendang bola kearah bench timnas Belanda.
Tidak hanya di level timnas, para pemain dari negara yang berjuluk Tango itu juga terkesan galak ketika membela klubnya masing-masing. Arti galak disini bukan untuk konotasi arogan, tetapi etos kerja yang mereka berikan sangat luar biasa. Lisandro Martinez misalnya, bek Manchester United tersebut seringkali melakukan tackle-tackle agresif yang kadang membahayakan pemain lawan.
Mentalitas para pemain dari Argentina ini menurut beberapa sumber dari media Argentina, bisa terbentuk akibat latar belakang para pemainnya yang mayoritas lahir dari kalangan bawah. Sebagai contoh kita semua tahu legenda Diego Maradona yang berawal dari keluarga miskin begitupula dengan Lionel Messi yang sama-sama berasal dari masyarakat miskin.
Akibat dari kerasnya kehidupan yang telah mereka jalani sedari kecil, maka daya juang yang mereka berikan untuk klubnya sangat tinggi. Tempaan mental sejak dini tentu membuat mereka memiliki mental dan karakter bermain yang kuat, mereka rela berdarah-darah demi membela tim atau negara nya sendiri.
Pemain seperti Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Cristian Romero dan Nicholas Otamendi adalah contoh empat dari banyaknya pemain Argentina yang memiliki mental baja dalam bertanding. Bahkan netizen Indonesia menjuluki “preman” kepada pemain Argentina akibat dari gaya bermainnya yang keras dan hampir semua pemainnya memiliki tato ditubuhnya.*





