Mauro Masih Butuh Waktu, Plan B Harus Disiapkan

Mauro Zijlstra tidak mencatatkan satupun tendangan ke arah gawang Lebanon.(instagram @maurozijlstra).**

SATUMEDIA.ID- Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Lebanon dalam Fifa Matchday (8/9) kemarin malam. Menguasai pertandingan dengan penguasaan bola 73% – 27% tetapi yang menjadi PR bagi Patrick Kluivert adalah tidak adanya satupun tendangan ke arah gawang Lebanon.

Menurunkan Mauro sebagai Striker menggantikan Ramadhan Sananta yang sebelumnya starter di laga melawan Taiwan (6/9) Jumat lalu, tercatat hanya melepaskan 1 tembakan saja yang melebar dari gawang.

Selama pertandingan berlangsung, Mauro lebih menjadi Target Man yang pergerakannya hanya berada di kotak penalti dan selalu demarking oleh 2-3 orang sekaligus. Jadi umpan yang diberikan oleh Miliano di sayap kanan maupun Stefano atau Dean James yang sesekali melakukan crossing selalu buntu.

Secara postur Mauro tidak kalah dengan bek Lebanon, karena ini merupakan laga keduanya setelah menjadi WNI mungkin masih perlu adaptasi lagi. Ini menjadi catatan tim kepelatihan Timnas karena perlu adanya plan B semisalnya Ole Romeny masih belum sembuh dari cederanya.

Yang membedakan Mauro dan Romeny adalah Romeny lebih berani memegang bola dan mobilitasnya tinggi namun tetap klinis dalam menyelesaikan peluang. Mungkin ini instruksi dari Patrick terhadap Mauro agar lebih berdiam diri di kotak pinalti dan menunggu suplai dari rekan-rekannya.*

Pos terkait