Valverde Ungkap Tekad Real Madrid Bangkit Usai Kekalahan Berat

Fede Valverde, Gelandang Real Madrid.(instagram @realmadrid).**

SATUMEDIA.ID – Menjelang laga kedua fase grup Liga Champions melawan Kairat Almaty, Fede Valverde menyampaikan tekad tim untuk bangkit usai kekalahan sebelumnya. Dalam konferensi pers, ia mengatakan, “Kami akan mencoba melupakan pertandingan kemarin dalam konteks sepak bola, turun ke lapangan dengan sikap yang berbeda, untuk memenangkan pertandingan dan membalas sedikit dendam secepat mungkin agar kami bisa melangkah maju. Sambutan di kota ini luar biasa. Banyak madridistas yang menunggu kami di sini.” Ujarnya dikutip dari laman resmi klub.

Ia mengakui kekalahan terakhir sangat sulit diterima. “Dari sudut pandang sepak bola kami frustrasi dengan bagaimana pertandingan berjalan kemarin. Itu kekalahan yang sangat sulit diterima. Kami sudah banyak berbicara, melakukan beberapa percakapan. Hal seperti ini tidak sering terjadi sejak saya berada di Madrid: kami berkumpul untuk membicarakannya dan mencoba mengubah dinamika sebagai sebuah grup. Kami banyak berbicara dengan staf pelatih dan besok kami punya pertandingan pertama untuk membalikkan keadaan.”

Valverde juga membahas proses adaptasi tim dengan pelatih baru serta pentingnya kekompakan untuk segera bangkit. “Kami sudah memainkan cukup banyak pertandingan, tapi belum terlalu lama bekerja untuk memahami apa yang diinginkan pelatih baru. Kami semua harus memberikan yang terbaik agar bisa menyelesaikan semuanya secepat mungkin. Kami mengalami dua kekalahan, dan keduanya berat: melawan PSG, dan sekarang pertandingan kemarin,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Hal-hal seperti ini adalah bagian dari sepak bola, tetapi sebagai pemain Real Madrid, kami harus mencoba menghindari hal tersebut. Kami harus mendekatinya dengan cara yang berbeda dan menjadi tim yang lebih solid, baik di dalam maupun luar lapangan, agar bisa kembali ke jalur yang benar dan menjalani tahun yang baik.”

Secara pribadi, Valverde mengaku frustrasi dengan performanya belakangan ini. “Saya tentu frustrasi, karena saya sangat sadar dengan bagaimana saya bermain. Saya yang pertama mengakui bahwa semuanya tidak berjalan seperti yang saya inginkan. Para pemain sepak bola menyadari ketika mereka tampil buruk, mereka yang pertama memikirkan setiap momen di lapangan,” katanya.

Sebagai kapten, ia bertekad terus memimpin dan menjawab tantangan, termasuk saat dimainkan di posisi bek sayap darurat. “Kritik selalu terdengar, jadi menyenangkan menerima sedikit pujian saat bermain di posisi yang bukan asli saya. Saya tidak lahir untuk bermain sebagai bek sayap, saya tidak tumbuh dengan mempelajari posisi itu. Itu situasi darurat yang memaksa saya bermain di sana. Saya bangga bisa melakukannya dengan baik, tapi saya selalu punya keraguan dalam pikiran apakah saya hanya beruntung di pertandingan-pertandingan itu, malam-malam sporadis,” jelasnya. *

Pos terkait