SATUMEDIA.ID – Juventus harus pulang dari Spanyol dengan satu poin setelah gagal mempertahankan keunggulan di penghujung laga kontra Villarreal pada lanjutan Liga Champions 2025/26. Gol dramatis Renato Veiga di menit akhir membuat skor berakhir imbang 2-2, mengubur peluang Bianconeri untuk meraih kemenangan penuh.
Pelatih Igor Tudor tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Ia menilai timnya lengah dalam situasi krusial yang seharusnya bisa diantisipasi.
“Kebobolan dari sepak pojok di detik terakhir tidak boleh terjadi, apalagi kami punya banyak pemain di area itu,” ujar Tudor dikutip dari laman resmi klub.
“Kami tampil dominan setelah jeda dan berhasil membalik momentum, tapi Villarreal sangat tangguh di babak pertama. Conceicao memberi dampak besar saat masuk. Kami akan ambil pelajaran dan lanjut ke laga berikutnya, meski rasa sesal tetap ada.”
Sementara itu, gelandang Manuel Locatelli menyoroti kurangnya ketenangan tim di fase akhir pertandingan.
“Pertandingan ini sangat ketat. Babak pertama kami kurang tajam, namun di babak kedua kami lebih hidup dan mencetak gol. Sayangnya, kami terlalu mundur di akhir dan kehilangan kendali. Detail kecil seperti itu bisa menentukan hasil di level ini. Kami perlu lebih berpengalaman dalam menghadapi momen-momen seperti ini,” ungkapnya.*




