SATUMEDIA.ID – Kembalinya Jude Bellingham ke skuad timnas Inggris untuk dua laga terakhir kualifikasi Piala Dunia menjadi fase awal dari proses reintegrasi yang dirancang oleh pelatih Thomas Tuchel. Meski duel kontra Serbia di Wembley dan laga tandang ke Albania tak lagi menentukan, kesempatan ini tetap penting bagi Bellingham untuk membuktikan dirinya.
Keputusan Tuchel yang sempat mencoret pemain Real Madrid itu dari pemusatan latihan sebelumnya menegaskan satu hal: tak ada sistem bintang dalam skuad Inggris. Setiap pemain, termasuk Bellingham, harus berjuang kembali untuk tempatnya.
Di tengah persaingan lini tengah yang ketat, Tuchel kini memiliki sejumlah opsi menarik. Morgan Rogers dari Aston Villa terus tampil konsisten sejak Tuchel mengambil alih, sementara Phil Foden dari Manchester City kembali dipanggil berkat performa impresifnya.
Tuchel bahkan menegaskan bahwa Foden kini lebih cocok dimainkan di area tengah ketimbang sebagai winger, dengan peran sebagai penghubung antara nomor sembilan dan sepuluh posisi yang sebelumnya identik dengan Bellingham. Hal ini menambah tekanan bagi sang bintang Madrid untuk menunjukkan keunggulannya dalam dua laga uji coba ini.
Meski begitu, peluang Bellingham untuk tetap menjadi pilihan utama di Piala Dunia masih terbuka lebar. Setelah pulih dari cedera bahu dan kembali memperkuat Real Madrid, ia datang ke pemusatan latihan dengan semangat baru.
Tuchel menyebut bahwa Bellingham telah menerima keputusan sebelumnya dengan profesional dan kini siap bersaing di posisi nomor 10. Dengan naluri mencetak gol tinggi serta determinasi khasnya, Tuchel berharap Bellingham dapat menularkan performa tajamnya di Madrid ke panggung internasional bersama Inggris.*





