Tuchel Kritik Sikap Bellingham Usai Protes Saat Diganti Lawan Albania

Jude Bellingham, gelandang Timnas Inggris.(instagram @england).**

SATUMEDIA.ID – Thomas Tuchel menegaskan bahwa “perilaku adalah kunci” setelah Jude Bellingham terlihat kesal saat ditarik keluar dalam laga Kualifikasi Piala Dunia melawan Albania. Gelandang Real Madrid itu, yang tampil sebagai starter untuk pertama kalinya sejak Juni dan sudah mengantongi kartu kuning, menunjukkan dengan jelas bahwa ia tidak mau digantikan pada menit ke-84.

Tuchel sebelumnya juga sudah mengingatkan para pemainnya untuk menghindari kartu yang tidak perlu, terutama setelah Cristiano Ronaldo mendapat kartu merah dan harus absen pada awal putaran final. Dalam situasi Bellingham, satu kartu kuning tambahan bisa membuatnya terpaksa melewatkan pertandingan pembuka Piala Dunia.

Meski melakukan tujuh perubahan dalam laga tersebut, Bellingham tetap menunjukkan kualitas terbaiknya sebelum akhirnya digantikan oleh Morgan Rogers yang juga sebelumnya kecewa tidak menjadi starter. Tuchel menilai reaksi Bellingham harus dilihat ulang, tetapi ia menegaskan bahwa keputusan pelatih harus tetap dihormati, apa pun situasinya.

Ia menambahkan bahwa standar tim, komitmen, dan rasa hormat antar pemain tidak akan berubah hanya karena ada pemain yang melambaikan tangan dengan kesal. Mantan bek Inggris Stephen Warnock menggambarkan reaksi Bellingham sebagai “marah”, namun ia mengakui gelandang itu masih melakukan hal yang benar dengan menyalami Tuchel dan menyapa penonton saat keluar lapangan.

Setelah pertandingan, sejumlah pemain seperti Dan Burn dan Phil Foden langsung menenangkan Bellingham agar ia tidak mengambil tindakan berlebihan. Banyak analis menilai bahwa Bellingham tengah merasa harus mengejar ketertinggalan setelah absen dari pemusatan latihan sebelumnya, sementara Rogers tampil konsisten.

Mantan rekan setimnya di Piala Dunia 2022, Conor Coady, yakin bahwa ketika emosi mereda, Bellingham akan memahami keputusan Tuchel. Ia menilai Bellingham terlalu memaksakan diri, kehilangan bola-bola mudah, dan mencoba hal yang terlalu berisiko. Karena itu, menurutnya, momen ini bisa menjadi pelajaran penting bagi Bellingham untuk menerima keputusan demi kepentingan tim dan menyesuaikan diri dengan tuntutan permainan modern.*

Pos terkait