Menuju Comeback: Donny Warmerdam Konsisten Jalani Terapi dan Latihan Mandiri

Donny Warmerdam resmi meninggalkan PSIm Yogyakarta.(doc. Ileague).**

SATUMEDIA.ID – Angin positif menghampiri PSIM Yogyakarta terkait perkembangan kebugaran pemain asing mereka, Donny Warmerdam. Gelandang asal Belanda itu terus melanjutkan proses pemulihan setelah cedera yang membuatnya belum dapat tampil perdana di kompetisi BRI Super League 2025/26.

Seperti diketahui, Donny mengalami cedera fracture weber atau patah tulang pada pergelangan kaki kiri ketika mengikuti latihan pramusim bersama Laskar Mataram. Gips yang membalut kakinya sendiri sudah dilepas pada 10 Oktober lalu.

Hingga kini, rangkaian terapi intensif yang ia jalani bersama fisioterapis profesional berlangsung sesuai target. “Setiap Senin, Rabu, dan Jumat pagi, saya ada jadwal fisioterapi,” kata Donny.

Saat ini, fokus pemulihan berada pada penguatan area pergelangan kaki kiri. Evaluasi lanjutan akan dilakukan sekitar tiga pekan ke depan bertepatan dengan jadwal kontrol medis ke rumah sakit. “Semoga hasilnya baik dan aku bisa bermain secepat mungkin, karena aku sangat merindukannya,” tutur Donny.

Meski memiliki agenda terapi yang cukup padat, Donny tetap menjaga disiplin dengan melakukan latihan mandiri setiap hari. Tujuannya tak lain untuk mempertahankan kebugaran sekaligus mempercepat pemulihan. “Hampir setiap hari saya pergi ke gym di kompleks tempat tinggal saya untuk latihan upper body,” dia menambahkan.

Donny juga sudah mulai menggerakkan kakinya melalui latihan ringan di sekitar tempat tinggalnya. Ia melakukannya dengan penuh kewaspadaan. “Aku sudah mulai jogging pelan-pelan untuk melihat perkembangan cedera kakiku. Kadang-kadang, aku juga bersepeda atau berenang,” ucap Donny lagi.

Berbagai langkah tersebut dilakukan demi memperbesar peluang kembali merumput bersama PSIM dalam waktu dekat. “Saya berharap bisa bergabung dengan latihan tim pada akhir Desember, tetapi belum tahu pastinya. Semua tergantung hasil kontrol ke rumah sakit nanti,” pungkasnya.*

Pos terkait