SATUMEDIA.ID – Upaya Persib Bandung menjadikan stadion sebagai ruang hiburan yang ramah lingkungan terus menunjukkan hasil nyata. Sepanjang Desember 2025, klub kebanggaan Jawa Barat ini berhasil mengelola sekitar 15,7 ton sampah melalui program zero waste management di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Program tersebut dijalankan Persib bersama mitra pengelola sampah berkelanjutan, Jubelo, dalam empat pertandingan kandang, yakni saat menghadapi Borneo FC, Bangkok United, Bhayangkara FC, dan PSM Makassar. Seluruh sampah yang dihasilkan selama pertandingan dikumpulkan, dipilah, dan diolah dengan sistem pengelolaan berlapis agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
Pada laga kontra Borneo FC, tercatat 2.948 kilogram sampah berhasil dikelola, dengan dominasi sampah anorganik. Jumlah sampah meningkat pada pertandingan melawan Bangkok United di ajang AFC Champions League yang mencapai 3.916 kilogram. Sementara itu, laga menghadapi Bhayangkara FC menghasilkan 3.872 kilogram sampah.
Puncak pengelolaan terjadi saat Persib menjamu PSM Makassar. Dalam laga tersebut, hampir 5 ton sampah atau tepatnya 4.972 kilogram berhasil ditangani secara bertanggung jawab. Angka ini menjadi salah satu volume pengelolaan tertinggi sejak program zero waste management diterapkan di GBLA.
Sampah yang terkumpul tidak serta-merta dibuang. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan pakan maggot, sampah anorganik disalurkan ke fasilitas daur ulang, sedangkan sampah residu dimusnahkan di fasilitas khusus sesuai standar lingkungan.
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, mengatakan keberhasilan program ini tidak lepas dari kesadaran dan keterlibatan Bobotoh.
“Perubahan perilaku mulai terlihat. Bobotoh semakin terbiasa memilah dan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Ini menunjukkan bahwa budaya menonton sepak bola yang bertanggung jawab terhadap lingkungan bisa dibangun,” kata Adhi dikutip dari laman Persib, Sabtu (10/1/2026).
Ia menambahkan, pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri di tengah euforia pertandingan. Namun, dengan sistem yang tepat dan dukungan suporter, stadion tetap dapat terjaga kebersihannya.
“GBLA bukan hanya tempat bertanding, tapi rumah bersama yang harus kita jaga,” ujarnya.
Melalui kampanye #PERSIBKanAkhirTahunMu dan #JagaGBLAJagaPERSIB, PERSIB berharap inisiatif ini terus berlanjut dan menjadi kebiasaan. Klub menilai, menjaga kebersihan stadion merupakan bagian dari mencintai Persib dan membangun sepak bola yang berkelanjutan.*





