SATUMEDIA.ID – Langkah Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 harus terhenti di babak 16 besar setelah kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC.
Meski meraih kemenangan 1-0 pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026), hasil tersebut belum cukup untuk membawa Maung Bandung melaju ke babak berikutnya.
Gol tunggal Persib dicetak striker asal Prancis, Andrew Jung, pada menit ke-39. Namun kekalahan telak 0-3 pada leg pertama di Thailand menjadi beban yang sulit dikejar.
Jung menilai, kegagalan timnya sebenarnya sudah ditentukan sejak pertandingan pertama.
“Itu saja, kami tereliminasi. Tapi seperti kata pelatih, kami kalah di pertandingan pertama, bukan sekarang, bukan hari ini,” ujar Jung dikutip dari laman Persib, Kamis (29/2/2026).
Meski kecewa dengan hasil akhir, Jung mengapresiasi performa tim pada babak pertama leg kedua. Ia menyebut Persib tampil dominan, menciptakan peluang, dan mampu memecah kebuntuan melalui gol yang ia cetak.
“Babak pertama kami bermain bagus. Kami punya peluang dan kami mencetak gol,” katanya.
Namun situasi berubah setelah Ratchaburi memilih bermain lebih defensif. Tantangan semakin berat ketika Persib harus bermain dengan 10 pemain usai Uilliam Barros menerima kartu merah di penghujung babak pertama.
“Setelah itu, situasi 10 lawan 11 membuat kemenangan menjadi lebih sulit,” tambah pemain yang terpilih sebagai man of the match tersebut.
Sementara itu, pelatih Persib Bojan Hodak menilai anak asuhnya tampil cukup baik selama 45 menit pertama. Ia bahkan menyebut Persib sempat mencetak satu gol tambahan yang dianulir wasit.
Menurut Bojan, jika pertandingan berlangsung dengan komposisi pemain seimbang, peluang Persib untuk lolos terbuka lebar. Namun ia tak menampik bahwa kegagalan timnya lebih disebabkan oleh performa buruk pada leg pertama.
“Kami tidak berada di level permainan yang seharusnya pada pertemuan pertama. Itu yang membuat posisi kami sulit,” ujarnya.
Usai tersingkir dari kompetisi Asia, Bojan meminta tim segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Dengan jadwal padat menanti—dua pertandingan dalam delapan hari—pemulihan kondisi pemain menjadi prioritas.
“Sekarang kami fokus di liga. Jika bermain seperti di babak pertama tadi, saya yakin kami bisa mendapatkan hasil yang baik,” pungkasnya.*





