Real Madrid Tumbang di El Sadar, Arbeloa Soroti Penalti Kontroversial

Real Madrid harus tumbang 1-2 saat bertandang menghadapi Osasuna.(doc Real Madrid).**

SATUMEDIA.ID – Real Madrid harus mengakhiri laju delapan kemenangan beruntun di LaLiga setelah tumbang 1-2 dari Osasuna di Stadion El Sadar. Los Blancos sebenarnya menguasai jalannya pertandingan sejak awal, namun rapatnya pertahanan tuan rumah membuat Vinícius Jr., Mbappé, dan kolega kesulitan menembus kotak penalti. Sejumlah peluang sempat tercipta di babak pertama, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap buntu hingga Osasuna mendapatkan momentum.

Kontroversi terjadi pada menit ke-38 ketika Budimir dijatuhkan Courtois di kotak penalti. Wasit yang semula menilai sang striker melakukan simulasi, akhirnya mengubah keputusan menjadi penalti usai melihat VAR. Budimir pun sukses mengeksekusi tendangan dari titik putih dan membawa Osasuna unggul. Madrid hampir menyamakan skor jelang turun minum melalui tendangan voli Tchouameni, tetapi kiper tuan rumah masih sigap mengamankan gawangnya.

Memasuki babak kedua, Madrid meningkatkan intensitas serangan. Upaya itu berbuah hasil pada menit ke-73 lewat gol Vinícius Jr. yang memanfaatkan umpan silang Federico Valverde setelah aksi individu impresif. Los Blancos terus menekan untuk membalikkan keadaan, bahkan Mbappé nyaris mencetak gol sebelum tembakannya disapu di garis gawang. Namun, petaka datang di menit ke-90 ketika Raúl García mencetak gol penentu kemenangan Osasuna.

Pelatih Arbeloa menilai timnya kurang tajam dan kalah efisien, mengingat Osasuna mampu mencetak dua gol dari peluang terbatas. Ia juga menyoroti lambatnya sirkulasi bola saat menghadapi blok rendah lawan, yang membuat permainan Madrid mudah dibaca. Selain itu, keputusan menarik keluar Valverde diambil demi mencegah risiko cedera, mengingat sang gelandang telah bermain dalam jadwal padat beberapa pekan terakhir.

Meski kecewa dengan hasil ini, Arbeloa menegaskan bahwa kekalahan tidak akan memengaruhi mental tim. Ia menilai musim masih panjang dan Madrid harus meningkatkan intensitas serta konsistensi permainan, terutama di laga tandang yang selalu berjalan sulit. Fokus kini langsung dialihkan ke pertandingan penting berikutnya, dengan keyakinan bahwa skuadnya masih memiliki kualitas untuk bangkit dan bersaing di papan atas LaLiga.*

Pos terkait