Kisah Rodrigo De Paul, Gelandang Argentina yang Dijuluki Bodyguard Messi

Rodrigo De Paul, pemain Timnas Argentina.(instagram @rodridepaul).**

SATUMEDIA.ID – Perjalanan karier Rodrigo De Paul menjadi salah satu kisah menarik dalam sepak bola Argentina. Semangat bertanding yang ia tunjukkan di lapangan ternyata sudah terlihat sejak masa kecilnya. Lahir di Sarandí, De Paul kecil sudah terbiasa bermain bersama anak-anak yang lebih tua sejak usia tiga tahun karena belum ada kategori usia untuknya.

Langkah awalnya dimulai di klub kecil Deportivo Belgrano sebelum akhirnya bergabung dengan Racing Club de Avellaneda. Menariknya, kesempatan itu datang saat ia hanya menemani seorang temannya mengikuti seleksi. Namun justru De Paul yang berhasil menarik perhatian pemandu bakat hingga akhirnya meniti karier di klub yang kelak menjadi tempat debut profesionalnya.

Petualangannya kemudian berlanjut ke Eropa ketika ia bergabung dengan Valencia CF, yang menjadi pengalaman pertamanya merasakan atmosfer sepak bola Eropa. Setelah sempat kembali ke Racing, De Paul melanjutkan kariernya di Udinese Calcio. Di Italia, ia berkembang pesat hingga dipercaya mengenakan nomor punggung 10 dan bahkan menjadi kapten tim. Performa konsistennya di Serie A juga membuatnya semakin mapan sebagai salah satu gelandang utama tim nasional Argentina.

Puncak perjalanan internasionalnya terjadi ketika De Paul menjadi bagian penting dari skuad Argentina yang menjuarai Copa América 2021 dan kemudian meraih gelar Piala Dunia 2022 di Qatar. Dalam turnamen tersebut, ia dikenal sebagai pemain yang selalu berada di sekitar Lionel Messi, bahkan kerap dijuluki para penggemar sebagai “bodyguard Messi” karena perannya melindungi sang kapten di lapangan.

Setelah tampil impresif di level internasional, De Paul sempat memperkuat Atlético Madrid dan dikenal sebagai gelandang pekerja keras dengan karakter permainan penuh determinasi. Pada 2025, ia memulai babak baru dalam kariernya dengan bergabung ke Inter Miami di Major League Soccer, bermain kembali bersama Messi sambil melanjutkan kisah panjangnya di dunia sepak bola dengan semangat yang sama seperti saat ia pertama kali menendang bola di masa kecilnya.*

Pos terkait